Jakarta, KBKNews.id – Pembahasan soal feses atau tinja memang sering dianggap tabu dan tidak nyaman. Padahal, warna feses menyimpan banyak informasi penting tentang kondisi kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Dengan memperhatikan perubahan warna tinja, seseorang bisa lebih waspada terhadap gangguan kesehatan, bahkan mendeteksi penyakit kronis sejak dini.

Dokter spesialis gastroenterologi bersertifikasi ganda dari Harvard, dr Trischa Pasricha, menegaskan perubahan warna feses tidak boleh diabaikan begitu saja. Meski sebagian dipengaruhi oleh makanan, ada pula warna tertentu yang menjadi tanda peringatan serius.

“Setiap orang pernah mengalami tinja dengan warna yang tidak biasa. Beberapa memang dipengaruhi makanan, tetapi sebagian lainnya bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai,” ujar dr Trischa, dikutip dari Times of India.

Warna Feses yang Normal dan Sehat

Secara umum, warna feses yang dianggap normal dan sehat adalah cokelat. Warna ini menandakan sistem pencernaan bekerja dengan baik, termasuk proses pemecahan makanan dan penyaluran empedu dari hati ke usus.

Empedu berperan penting dalam memberi warna cokelat pada tinja. Pigmen empedu yang diproses secara normal menunjukkan fungsi hati, kantong empedu, dan usus berada dalam kondisi optimal.

“Jika warna tinja Anda cokelat, itu berarti usus Anda sehat,” jelas dr Joseph, dokter spesialis pencernaan.

Perubahan Warna Feses yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua perubahan warna feses berbahaya, tetapi ada beberapa warna yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai keluhan lain.

1. Kuning

Feses berwarna kuning biasanya berkaitan dengan peningkatan empedu dalam tinja. Kondisi ini sering muncul pada orang yang menjalani diet keto atau mengonsumsi suplemen tertentu, seperti kunyit.

Namun, jika feses kuning disertai diare, lemas, atau penurunan berat badan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter karena bisa menandakan gangguan penyerapan lemak.

2. Putih atau Pucat

Warna putih atau abu-abu pucat merupakan tanda serius. Kondisi ini terjadi ketika empedu tidak sampai ke usus akibat adanya penyumbatan pada saluran empedu atau gangguan hati.
Feses pucat adalah alarm kuat untuk segera mencari pertolongan medis.

3. Merah

Feses berwarna merah bisa berasal dari konsumsi makanan atau minuman berwarna merah, seperti buah bit atau buah naga. Namun, warna merah juga bisa menandakan adanya perdarahan.
Perdarahan pada saluran cerna bagian bawah, seperti usus besar atau rektum, dapat membuat tinja tampak merah. Jika disertai pusing atau rasa melayang, kondisi ini perlu pemeriksaan segera.

4. Hitam

Tinja berwarna hitam patut mendapat perhatian khusus. Konsumsi suplemen zat besi atau obat tertentu memang bisa membuat feses menghitam. Namun, jika feses hitam tampak lengket dan berbau tajam, hal ini bisa menandakan adanya perdarahan dari saluran pencernaan bagian atas. Darah yang bercampur asam lambung akan berubah menjadi hitam, dan kondisi ini memerlukan penanganan medis secepatnya.

Perubahan Warna Feses yang Masih Tergolong Aman

Tidak semua warna yang tampak tidak biasa berarti berbahaya. Menurut dr Trischa, beberapa perubahan warna feses masih tergolong normal.

1. Hijau

Feses berwarna hijau umumnya disebabkan oleh konsumsi sayuran berdaun hijau atau makanan dengan pewarna hijau. Ini bukan kondisi berbahaya dan masih dianggap normal.

2. Ungu

Warna ungu pada feses biasanya berasal dari kandungan antosianin, antioksidan yang banyak terdapat pada buah beri dan anggur merah. Selama tidak disertai keluhan lain, warna ini tidak perlu dikhawatirkan.

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan warna feses perlu diperhatikan jika:

  • Terjadi terus-menerus dan tidak berkaitan dengan makanan
  • Disertai nyeri perut, diare berkepanjangan, lemas, atau pusing
  • Diikuti penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Mengenali warna feses yang sehat menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan. Tubuh sering kali memberi sinyal lebih awal melalui hal-hal kecil yang kerap diabaikan. Dengan lebih peka terhadap perubahan ini, kita bisa mengambil langkah pencegahan dan penanganan lebih cepat sebelum masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.

LEAVE A REPLY