Yuli ketika menerima bantuan dari Dompet Dhuafa Banten. Foto DD Banten

ZNEWS.ID, BANTEN – Sejak dikabarkan Yuli Numarelia kelaparan dan hanya minum air galon oleh media-media di Banten, Yuli dan Keluarga banyak mendapat intimidasi dan rundungan karena dianggap Yuli sudah memalukan Banten. Intimidasi dan rundungan itu menjadikan ia kelelahan dan akhirnya meninggal.

“Jadi ibu tidak meninggal karena kelaparan, tapi karena kelelahan. Beliau banyak mendapat intimidasi karena banyak yang memberitakan nasib kami. Orang partai mengintimidasi beliau untuk meminta media yang memberitakan beliau menghapus beritanya,” aku Ika, anak Yuli kepada Mokhlas Pidono, Pimpinan Dompet Dhuafa Cabang Banten, kepada redaksi, Selasa (21/4/2020).

Dompet Dhuafa Banten sendiri sejak berita Yuli sekeluarga kelaparan sudah sempat menyalurkan bantuan kepada keluarga Yuli lewat Program Pangan untuk Sahabat. Dalam media sosial Mokhlas Pidono menulis :

Inalillahi wa Inna ilaihi Raji’un..
Tersentak mendengar kabar kematian almarhumah ibu Yuli. Terlepas apapun kondisinya, beliau semoga Allah tempatkan di Surga-Nya. Sekedar berbagi cerita, Sabtu siang 18 April 2020, pukul 11.26 WIB, tim Dompet Dhuafa Banten berkunjung ke rumah almarhumah, pukul 15 sore tim DD Banten memberikan bantuan sembako untuk beliau makan beberapa hari, ceria dan sehat wal Afiat saat itu.

Ketika Tim Dompet Dhuafa sampai ke rumah Yuli, Sabtu (18/4/2020) ia dan keluarga senang mendapat bantuan, dan ia terlihat ceria.

“Program ini terasa sekali manfaatnya, selain masyarakat yang kekurangan makanan terbantu, warung sembako pun terbantu. Karena, komitmen kami bantuan yang diberikan dibeli dari pedagang sembako yang sepi pembeli akibat virus ini,” ujarnya saat memberikan bantuan kepada ibu Yuli Nuramelia, warga Kagungan, RT 03/07, Kelurahan Lontar Baru, Kota Serang, Sabtu (18/42020).

Yuli Nurmamelia adalah ibu rumah tangga dengan 4 anak yang kemarin diberitakan di media bahwa sudah 2 hari kesulitan makan dan menyambung hidup hanya dengan minum air galon bersama anaknya. Menurut Yuli, anaknya yang biasa menopang kebutuhan pokok dengan menjadi buruh kini dirumahkan akibat covid -19.

BACA JUGA  Kriteria Jemaah yang Bisa Dibadalhajikan dan Tahapannya

“Bahagia dan terimakasih untuk Dompet Dhuafa dan donatur, semoga Allah balas berlipat. Alhamdulillah beberapa hari ke depan kami tidak khawatir kelaparan,” ujarnya berkaca-kaca dibarengi senyum sumringah.

Namun seperti yang diberitakan sebelumnya, Senin (20/4/2020) Yuli meninggal, banyak yang menduga ia meninggal karena kelaparan, seperti konfirmasi keluarga ia meninggal karena kelelahan.

Editor: Maifil Eka Putra

LEAVE A REPLY