Jakarta, ZNews.id – Pengusaha teknologi Elon Musk kembali mencatat sejarah baru dalam daftar orang terkaya dunia. Pada awal 2026, CEO Tesla tersebut mengukuhkan posisinya di puncak daftar miliarder global, dengan nilai kekayaan yang nyaris menembus US$800 miliar.

Berdasarkan data Real-Time Billionaires Forbes per Jumat, 23 Januari 2026, kekayaan bersih Musk tercatat mencapai US$788,2 miliar, atau setara sekitar Rp13.241 triliun. Angka ini melampaui rekor pribadinya pekan sebelumnya dan menempatkannya semakin jauh di atas para pesaing terdekat.

Hampir Jadi Orang Pertama dengan Kekayaan US$800 Miliar

Capaian terbaru tersebut membuat Musk tinggal selangkah lagi menjadi individu pertama di dunia yang memiliki kekayaan pribadi senilai US$800 miliar. Lonjakan ini menandai fase baru dominasi Musk di peta kekayaan global, seiring meningkatnya valuasi perusahaan-perusahaan yang berada di bawah kendalinya.

xAI Holdings Jadi Pendorong Utama

Salah satu faktor terbesar di balik lonjakan kekayaan Musk berasal dari perusahaan kecerdasan buatan miliknya, xAI Holdings. Pada awal Januari 2026, perusahaan ini berhasil menghimpun pendanaan senilai US$20 miliar dari investor swasta, dengan valuasi mencapai US$250 miliar.

Valuasi tersebut melonjak tajam dibandingkan klaim sebelumnya sebesar US$113 miliar, yang disampaikan saat Musk menggabungkan xAI dengan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) pada Maret 2025.

Forbes memperkirakan, kesepakatan ini secara signifikan meningkatkan nilai kepemilikan Musk di xAI Holdings. Dengan porsi saham sekitar 49 persen, nilai aset Musk di perusahaan AI tersebut diperkirakan melonjak dari kisaran US$60 miliar menjadi sekitar US$122 miliar.

Jauh Meninggalkan Miliarder Lain

Dengan kekayaan hampir US$800 miliar, Musk kini unggul jauh dibandingkan para miliarder teknologi lainnya. Di posisi kedua terdapat Larry Page, salah satu pendiri Google, dengan kekayaan sekitar US$270,4 miliar, disusul Sergey Brin sebesar US$249,5 miliar.

Nama-nama besar lain seperti Jeff Bezos, Larry Ellison, dan Mark Zuckerberg juga berada di belakang Musk, masing-masing dengan kekayaan di kisaran US$220–245 miliar.

Lonjakan Tajam dalam Setahun Terakhir

Dalam kurun satu tahun terakhir, kekayaan Elon Musk meningkat secara agresif melalui sejumlah tonggak penting, antara lain:

  • Oktober 2025: Musk menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan mencapai US$500 miliar, didorong oleh lonjakan harga saham Tesla.
  • Desember 2025: Kekayaannya menembus US$600 miliar, lalu melonjak ke US$700 miliar hanya dalam empat hari.

Kenaikan tersebut dipicu oleh peningkatan valuasi SpaceX serta keputusan hukum yang menguntungkan terkait opsi saham Tesla.

Lonjakan saham Tesla sendiri terjadi setelah Musk memutuskan mundur dari jabatannya sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di pemerintahan Presiden Donald Trump, agar bisa lebih fokus pada pengelolaan bisnis.

SpaceX dan Tesla Jadi Aset Terbesar

Saat ini, SpaceX menjadi penyumbang terbesar kekayaan Musk. Ia menguasai sekitar 42 persen saham SpaceX, yang nilainya diperkirakan mencapai US$336 miliar, seiring melonjaknya valuasi perusahaan roket tersebut menjadi US$800 miliar.

Sementara itu, Tesla berada di posisi kedua sebagai aset utama. Musk memiliki sekitar 12 persen saham biasa Tesla, dengan nilai kepemilikan saham diperkirakan mencapai US$307 miliar, belum termasuk paket kompensasi jangka panjang.

Paket Kompensasi Fantastis Tesla

Pada November lalu, Tesla menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja yang berpotensi memberikan Musk tambahan saham hingga US$1 triliun, sebelum pajak dan biaya lainnya. Paket ini akan terealisasi jika Tesla berhasil meningkatkan kapitalisasi pasarnya lebih dari delapan kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

Jika target tersebut tercapai, dominasi Elon Musk sebagai orang terkaya dunia diperkirakan tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin sulit dikejar oleh para pesaingnya di industri teknologi global.

LEAVE A REPLY