Dokumentasi – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/pri.

ZNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri sudah memutuskan memperbolehkan sekolah untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun, vaksinasi guru sebagai salah satu syaratnya masih berjalan lambat.

Menteri Kesehtan Budi Gunadi Sadikin menyebut, bahwa vaksinasi untuk guru sudah berjalan sejak Maret, tapi praktiknya vaksinasi untuk guru dan tenaga pendidik masih kurang agresif.

“Makanya, kita bekerja sama seluruh pihak, bisa dengan sekolah atau kampus untuk buat pusat atau sentra vaksinasi, supaya guru-guru bisa datang sekaligus,” kata Budi pada peluncuran SKB empat Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka, Selasa (30/3/2021).

Menkes mengatakan, sangat mendukung PTM, karena sektor pendidikan merupakan investasi penting untuk manusia dan ekonomi Indonesia ke depan. “

Baik pendidikan dan kesehatan keduanya merupakan investasi bangsa untuk 10-30 tahun ke depan. Maka, keputusan yang dibuat harus mempertimbangkan dampak ke 10-30 tahun ke depan. Saya sangat mendukung pembelajaran bisa kembali normal,” kata Budi.

Dia menegaskan, pandemi COVID-19 harus dihadapi dengan strategi khusus. WHO memberikan empat strategi yang harus dijalankan secara kolektif.

Pertama, perlu adanya perubahan perilaku gaya hidup. Perlu perubahan standar protokol kesehatan, termasuk untuk proses pendidikan, dan harus dilakukan oleh pemilik industrinya.

BACA JUGA  Usai Belajar Tatap Muka, Siswa Diminta Langsung Pulang ke Rumah

LEAVE A REPLY