Ilustrasi jebakan pikiran. (Foto: Ist)

Oleh: Fatchuri Rosidin (Direktur IMZ)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pengalaman adalah guru yang terbaik. Begitu pepatah mengajarkan. Bagi saya, pengalaman bukan hanya bisa menjadi guru terbaik, tapi juga jebakan yang tersulit.

Bayangkan, setiap pulang ke rumah, saya harus melewati sungai kecil. Saya pernah beberapa kali mencoba melompat untuk menyeberanginya. Tapi selalu gagal.

Akhirnya, saya yakin tak mungkin bisa melakukannya. Dan, memutuskan untuk menggunakan pematang kayu kecil dengan berhati-hati agar tidak terpeleset.

Suatu hari, seekor anjing mengejar saya saat berjalan pulang. Saya berlari sekencang-kencangnya sampai sadar bahwa di depan ada sungai dan tak mungkin berlari menyeberangi pematang di atasnya.

Pilihan lainnya, saya melompat menyeberangi sungai dengan risiko tercebur. Saya tak punya banyak waktu untuk berpikir. Di tengah kepanikan, saya ambil risiko melompat menyeberangi sungai. Mujur, saya selamat sampai di seberang.

Sesampainya di rumah, saya baru sadar telah melakukan sesuatu yang biasanya tak pernah bisa saya lakukan: melompat menyeberangi sungai. Pengalaman saya sebelumnya mengajarkan tak mungkin saya bisa melakukannya.

Sekarang saya sadar itu jebakan pikiran. Sebenarnya saya mampu, tapi pengalaman membuat saya meyakini bahwa saya tidak mungkin mampu melakukannya. Pengalaman ternyata menjebak pikiran saya.

LEAVE A REPLY