Ilustrasi Jauhi Sifat Boros. (Foto: Shutterstock)

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
(QS Al-Isra: 26-27)

ZNEWS.ID JAKARTA – Banyak yang mengartikan sifat boros adalah menghabiskan uang secara berlebihan. Padahal, tidak selalu demikian maknanya. Ada orang yang berlebihan dalam bersedekah, ia mewakafkan bangunan, tanah, serta kendaraannya, namun demikian ini tidaklah termasuk ke dalam sifat boros.

Sebaliknya, ada seseorang yang mengeluarkan uangnya hanya untuk segelas whisky saja, atau sebatang rokok saja, namun perbuatan ini bisa dikategorikan sebagai pemborosan!

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Pemborosan adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”

Artinya, meski hanya sedikit uang yang dikeluarkan, namun jika hal tersebut digunakan untuk hal maksiat, sekecil apapun bentuknya, maka sudah dapat dikategorikan sebagai pemborosan.

Sedangkan, harta yang kita infakkan di jalan Allah, seberapapun besarnya, maka tak dianggap sebagai hal yang boros.

Akan tetapi, boros juga memiliki arti berbeda. Ibnul Jauzi berkata bahwa yang dimaksud boros ada dua pendapat di kalangan para ulama.

Pertama, boros yang berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Sebagaimana pendapat Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas di atas.

Kedua, boros berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul Masiir, 5: 27-28)

Artinya, selain membelanjakan harta pada hal yang diharamkan, boros juga berarti sikap berlebih-lebihan dan menghambur-hamburkan harta.

LEAVE A REPLY