Ilustrasi gibah. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Dengki dalam bahasa Arab disebut hasad. Orang yang dengki sudah pasti menginginkan kebaikan yang ada pada diri orang yang didengkinya itu berpindah kepadanya.

Hasad alias dengki merupakan salah satu penyakit hati yang jika tidak diobati bisa menghapus setiap kebaikan pada diri pelakunya. Allah dan Rasul-Nya memberikan ‘warning’ keras agar kita menjauhi kedengkian yang melekat pada diri setiap mukmin, diantaranya:

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al-Falaq: 5)

Dan juga hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Daud)

Yang namanya ‘warning’ dari Allah, sudah pasti serius dan ‘celaka dua belas’ bagi yang tidak mengindahkannya.

Hasad alias dengki bukan saja bentuk pembangkangan kepada Allah, hasad juga merugikan orang yang didengkinya dan bisa meleber kepada orang lain yang tidak berkepentingan. Pokoknya, hasad itu ‘biang kerok’.

BACA JUGA  Jauh dari Gibah, Jauh dari Kerugian

LEAVE A REPLY