Ilustrasi anemia. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada di bawah batas normal sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa batas kadar hemoglobin yang menunjukkan adanya anemia adalah kurang dari 13 g/dl untuk pria dewasa, kurang dari 12 g/dl untuk wanita dewasa, dan kurang dari 11 g/dl untuk wanita hamil.

Secara umum, kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl sering digunakan sebagai indikator klinis adanya anemia. Dokter spesialis penyakit dalam atau internis, Dr Aru Ariadno SpPD-KGEH FINASIM, memberikan beberapa saran untuk menjalani gaya hidup sehat bagi individu yang mengalami anemia.

Aru, yang telah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter spesialis penyakit dalam di Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa anemia bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kehilangan darah akibat perdarahan seperti menstruasi berlebihan, hemoroid berdarah, atau luka yang mengakibatkan kehilangan darah.

Selain itu, anemia juga dapat terjadi karena masalah dalam penyerapan zat-zat yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, serta gangguan dalam tubuh seperti thalasemia, alergi, lupus, kanker darah, dan lainnya.

Aru menekankan bahwa pengobatan anemia akan bervariasi tergantung pada penyebabnya. Oleh karena itu, dia mendorong individu yang menderita anemia untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui penyebabnya.

Setelah penyebabnya teridentifikasi, anemia dapat diobati sesuai dengan diagnosis yang diberikan oleh dokter.

“Jadi, pengobatan anemia tergantung dari penyebabnya,” kata Aru, dilansir dari Antara, Senin (4/9/2023).

BACA JUGA  Cegah Anemia, Ini Makanan yang Direkomendasikan saat Sarapan

LEAVE A REPLY