Ilustrasi hadiah. (Foto: redlandmarketvillage.com)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pada dasarnya, saling memberi dan berbalas hadiah merupakan tanda penghormatan atau kasih sayang. Murid memberi hadiah kepada guru atau sebaliknya, orang tua memberi hadiah kepada anaknya atau sebaliknya dan juga banyak contoh lainnya.

Hukumnya sunah jika memang tujuan memberi dan berbalas hadiah adalah murni seperti itu. Rasulullah SAW sendiri yang menganjurkan hal demikian dalam salah satu hadis berikut:

تَهادَوا تَحَابُّوا

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Bahkan ada anjuran juga dari Rasulullah agar saling berbalas hadiah dengan tetangga:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَهَادَوْا فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ وَلَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ شِقَّ فِرْسِنِ شَاةٍ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Hendaknya kalian saling memberikan hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan sifat benci dalam dada, dan janganlah seseorang meremehkan pemberian tetangganya walaupun hanya secuil kaki kambing.” (HR Tirmidzi)

Tapi, lain ceritanya jika motif dari pemberian hadiah adalah untuk mengambil hati si pemberi hadiah agar melakukan hal-hal tertentu yang dilarang syariat Islam.

LEAVE A REPLY