Jakarta, ZNews.id – Harga emas batangan kembali mencuri perhatian pasar. Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian menunjukkan lonjakan signifikan, terutama untuk produk Galeri24 dan UBS. Kenaikan ini tercatat berlanjut sejak awal pekan dan mencerminkan tingginya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.

Mengacu pada data resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, harga emas Galeri24 dan UBS sama-sama mengalami kenaikan tajam sejak 20 Januari 2026. Besaran kenaikan menembus puluhan ribu rupiah per gram.

Galeri24 Naik Hingga Rp85 Ribu per Gram

Harga emas Galeri24 tercatat melonjak dari sebelumnya Rp2.766.000 menjadi Rp2.854.000 per gram. Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp85.000 hanya dalam beberapa hari terakhir.

Emas Galeri24 tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor ritel maupun pembeli skala besar.

Rincian harga emas Galeri24:

  • 0,5 gram: Rp1.497.000
  • 1 gram: Rp2.854.000
  • 2 gram: Rp5.624.000
  • 5 gram: Rp13.955.000
  • 10 gram: Rp27.835.000
  • 25 gram: Rp69.417.000
  • 50 gram: Rp138.723.000
  • 100 gram: Rp277.309.000
  • 250 gram: Rp691.569.000
  • 500 gram: Rp1.383.137.000
  • 1.000 gram: Rp2.766.272.000

Harga Emas UBS Tembus Rp2,9 Juta per Gram

Kenaikan lebih tinggi justru terjadi pada emas UBS. Produk ini tercatat naik dari Rp2.826.000 menjadi Rp2.918.000 per gram, atau melonjak sekitar Rp92.000.

UBS menawarkan emas batangan dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram, yang kerap diminati karena desain dan reputasi produknya.

Daftar harga emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp1.577.000
  • 1 gram: Rp2.918.000
  • 2 gram: Rp5.791.000
  • 5 gram: Rp14.308.000
  • 10 gram: Rp28.467.000
  • 25 gram: Rp71.027.000
  • 50 gram: Rp141.761.000
  • 100 gram: Rp283.410.000
  • 250 gram: Rp708.316.000
  • 500 gram: Rp1.414.969.000

Sentimen Pasar Dorong Harga Emas

Kenaikan harga emas batangan ini sejalan dengan kecenderungan investor yang kembali memburu emas sebagai instrumen lindung nilai. Fluktuasi nilai tukar, ketidakpastian kebijakan moneter global, serta tensi geopolitik kerap menjadi faktor pendorong naiknya harga logam mulia.

Bagi masyarakat awam, lonjakan harga ini menjadi pengingat bahwa emas bukan hanya perhiasan, melainkan juga aset investasi yang sensitif terhadap kondisi ekonomi global.

LEAVE A REPLY