GREAT Edunesia menginisiasi forum diskusi bertajuk Hardiknas Eduaction Forum 2024 bersama GREAT Edunesia bertema “Merdeka Belajar dan Jalan Terjal Transformasi Pendidikan Kita” di Kampus STIM Budi Bakti, Jalan Raya Parung KM 42, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/5/2024). (Foto: GE DD)

ZNEWS.ID BOGOR – Tahun ini Indonesia memasuki usia ke-79. Namun, pendidikan di negeri ini masih saja memiliki tumpukan masalah yang tak kunjung selesai. Beragam kebijakan dan kurikulum silih berganti diterapkan, tetapi problematika pendidikan Indonesia belum banyak yang terurai.

Separuh lebih angkatan kerja yang dihasilkan dari pendidikan kekinian nyatanya tak mampu memenuhi kualifikasi yang diharapkan. Hal tersebut disinyalir lantaran persoalan akses pendidikan serta kualitas belajar di sekolah dan perguruan tinggi yang belum cukup baik.

Dalam dua dekade terakhir, Indonesia mengalami krisis pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya peningkatan output pendidikan yang signifikan dalam 10—15 tahun terakhir.

Riset PISA tahun 2022 melaporkan bahwa 82% siswa Indonesia yang berusia 15 tahun tak paham Matematika, 75% tak paham bacaan, dan 66% tak paham sains.

Selain itu, persoalan lainnya adalah makin tercerabutnya materi ajar dari kearifan lokal masyarakat sekitarnya. Persoalan tersebut membuat makin sulit menemukan korelasi fungsional antara muatan ajar dengan kebutuhan di dunia nyata.

Merdeka Belajar sebagai gagasan baru untuk mengubah wajah pendidikan kita dinilai masih terlalu prematur untuk dilihat keberhasilannya. Tidak ada jaminan bahwa paket-paket kebijakan ini masih terus berlanjut selepas pergantian kepemimpinan nasional.

Karenanya, jalan terjal diprediksi masih akan ditempuh dalam koridor transformasi pendidikan guna mewujudkan SDM unggul Indonesia yang memiliki enam dimensi Profil Pelajar Pancasila.

BACA JUGA  Bantu 5.000 Warga Palestina, Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum di Gaza

LEAVE A REPLY