AGAM – Gunung Marapi di Sumatra Barat, yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut, kembali mengalami erupsi, Sabtu (13/1/2024) dini hari. Kejadian ini ditandai dengan suara dentuman dan gemuruh, serta pelemparan batu api dari puncak gunung.

Iggoy el Fitra, seorang pewarta foto dari Antara yang berada di Posko Siaga Marapi, menginformasikan bahwa ia dan timnya menginap di masjid di perkampungan sekitar lima kilometer dari puncak saat erupsi terjadi. Mereka dapat dengan jelas melihat pelemparan batu api dari puncak gunung.

“Saya dan warga lain melihat jelas adanya lontaran batu api dari puncak,” katanya.

Iggoy, bersama relawan dari TNI-Polri dan BPBD, berada di Jorong Batang Silasiah, Desa Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, yang merupakan salah satu lokasi pendirian Posko Siaga Marapi.

Ia menjelaskan bahwa saat erupsi terjadi, terdengar dentuman keras dan cahaya pijaran dari lontaran batu api dapat terlihat secara langsung.

Suara dentuman seperti bom berhasil membangunkan hampir semua relawan dan warga di sekitarnya. Cahaya merah terang terlihat di sekitar puncak selama sekitar satu menit sebelum kembali gelap.

“Suara keras berdentum seperti bom membangunkan hampir seluruh relawan dan warga sekitar. Cahaya kemerahan jelas terlihat di sekitar puncak hingga satu menit, kemudian kembali padam,” katanya, dilansir dari Antara.

Iggoy juga mencatat bahwa sebelum erupsi, beberapa warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih jauh, khawatir dengan suara gemuruh yang sering terdengar meski Marapi tidak meletus.

Ada keluarga yang secara mandiri mengungsi ke rumah kerabat yang lebih jauh dari jarak lima kilometer karena anak-anak mereka merasa ketakutan.

Teguh Purnomo, Petugas Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, membenarkan bahwa terjadi pelepasan material lava dari erupsi Marapi pada Sabtu dini hari.

BACA JUGA  Pascagalodo Sumbar, DMC Dompet Dhuafa Gencarkan Aksi Kolaborasi Bersihkan Timbunan Lumpur

Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, erupsi ini tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 30.3 mm dan durasi sementara 34 detik.

“Iya mengeluarkan lava, erupsi dengan tinggi kolom abu tidak teramati,” katanya.

LEAVE A REPLY