Flores Timur-Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami peningkatan aktivitas dari level III atau siaga menjadi level IV atau awas pada Selasa malam (9/1/2024). Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dihimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi gunung api itu.

Masyarakat juga tidak berkegiatan dalam radius sektoral 5 kilometer pada arah barat laut-utara. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi juga harus mewaspadai potensi banjir lahar pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Warga Mengungsi

Ratusan warga Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur mengungsi ke Kabupaten Sikka pasca Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dan naik status awas (level 4), Selasa (9/1/2024) pukul 23.00 Wita. Warga berkumpul di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Mereka terpaksa bermalam di halaman gereja di desa tersebut.

Bandara Ditutup

Imbas dari letusan gunung Lewotobi Laki Laki, bandara Gewayantana ditutup sejak pukul 08.00 Wita, Rabu (10/1/2024). Gunung api di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu juga naik statusnya menjadi level IV atau awas sejak pukul 23.00 Wita, Selasa (9/1/2024).

Kepala Kantor UPBU Kelas III Gewayantana, Puguh Lukito, mengajukan penutupan bandara sejak Rabu pagi hingga sore. “Status penutupan Bandara Gewayantana Rabu 10 Januari 2024 dari pukul 08.00-16.00 Wita,” ujarnya kepada detikBali, seperti di kutip dari halaman detikcom

Penutupan Bandara Gewayantana mengakibatkan sejumlah maskapai tidak bisa terbang. Salah satunya adalah Wings Air dari Kupang-Larantuka dengan 20 penumpang dan Larantuka-Kupang dengan 62 penumpang.

 

BACA JUGA  Update banjir bandang di Muratara, ribuan rumah masih tenggelam

LEAVE A REPLY