Jakarta, ZNews.id – Tahun 2026 menandai dimulainya fase menarik bagi pengamatan astronomi global. Setelah sebelumnya dunia melewati satu tahun tanpa peristiwa Gerhana Matahari Total, langit kembali menyuguhkan rangkaian fenomena langka yang berlangsung hingga 2028.

Dalam rentang waktu tersebut, tercatat enam gerhana matahari. Fenomena tersebut terdiri atas tiga gerhana matahari total dan tiga gerhana matahari cincin api.

Rangkaian ini dinilai istimewa karena jarak antar gerhana total terbilang berdekatan. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, pengamat langit berkesempatan menyaksikan beberapa gerhana besar sekaligus. Tak heran jika periode ini kerap disebut sebagai awal masa keemasan bagi para pemburu gerhana.

Gerhana Matahari Total Pembuka Tahun 2026

Gerhana Matahari Total pertama dalam rangkaian ini akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menjadi pembuka dari tiga gerhana total yang akan berlangsung dalam periode sekitar 710 hari.

Berdasarkan laporan laman Space, jalur gerhana pada Agustus 2026 akan membentang dari Siberia, Greenland, Islandia, hingga wilayah utara Spanyol. Sejumlah kota di Spanyol, seperti León, Burgos, dan Valladolid, masuk dalam jalur totalitas.

“Puncak gerhana diperkirakan berlangsung lebih dari dua menit, dengan posisi matahari berada sangat rendah di ufuk,” tulis Space dalam laporannya.

Gerhana Terlama pada 2027

Fenomena berikutnya yang tak kalah dinantikan terjadi pada 2 Agustus 2027. Gerhana Matahari Total ini disebut memiliki durasi jauh lebih panjang dibandingkan peristiwa sebelumnya.

Wilayah pengamatan meliputi Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, hingga kawasan Timur Tengah. Menurut catatan Space, totalitas gerhana ini berlangsung selama 6 menit 22 detik, menjadikannya salah satu gerhana matahari terlama dalam satu dekade terakhir.

Australia dan Selandia Baru Jadi Sorotan 2028

Gerhana Matahari Total ketiga dijadwalkan terjadi pada 22 Juli 2028. Jalur lintasannya melintasi Australia hingga Selandia Baru. Daerah terpencil di Australia Barat diperkirakan dapat menikmati fase totalitas selama lebih dari lima menit, sehingga menjadi lokasi ideal untuk riset ilmiah dan fotografi astronomi.

Gerhana Matahari Cincin Api Ikut Mewarnai

Selain gerhana total, periode 2026–2028 juga akan diwarnai oleh tiga Gerhana Matahari Cincin Api. Fenomena ini terjadi ketika bulan berada pada jarak yang lebih jauh dari bumi, sehingga tidak sepenuhnya menutupi matahari dan menyisakan lingkaran cahaya menyerupai cincin.

Gerhana cincin api pertama berlangsung pada 17 Februari 2026, dengan jalur pengamatan berada di kawasan Antartika. Meski wilayahnya terpencil, sejumlah jalur pelayaran diperkirakan dapat menyaksikan gerhana sebagian.

Gerhana cincin api berikutnya terjadi pada 6 Februari 2027, melintasi sejumlah wilayah Amerika Selatan dan Afrika Barat, termasuk Chili, Argentina, Brasil, Pantai Gading, Ghana, hingga Nigeria. Fenomena ini berlangsung bertepatan dengan matahari terbenam.

Sementara itu, gerhana cincin api terakhir dalam rangkaian ini akan terjadi pada 26 Januari 2028. Jalurnya membentang dari Kepulauan Galapagos, Ekuador, Peru, Brasil, hingga Portugal dan Spanyol, juga berlangsung saat matahari mendekati horizon.

Periode Menarik dengan Catatan Keselamatan

Rangkaian gerhana matahari dari 2026 hingga 2028 diperkirakan menjadi salah satu periode paling menarik bagi publik dan komunitas astronomi. Dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, jumlah Gerhana Matahari Total dalam periode ini tergolong tinggi.

Meski demikian, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melakukan pengamatan. Menatap matahari secara langsung tanpa perlindungan yang memadai berisiko menyebabkan kerusakan mata permanen. Oleh karena itu, penggunaan kacamata gerhana bersertifikat atau teknik pengamatan tidak langsung sangat dianjurkan agar fenomena langit ini dapat disaksikan dengan aman.

LEAVE A REPLY