JAKARTA, ZNEWS.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan menelan satu korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sedikitnya lima rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Selain kerugian material, seorang warga dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat syok setelah gempa terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menjelaskan bahwa guncangan gempa terasa cukup kuat dan berdampak langsung pada bangunan tempat tinggal warga. Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap teras dan dapur yang ambruk di beberapa rumah.

“Hasil pendataan sementara menunjukkan ada rumah yang rusak ringan, sedang, hingga cukup berat. Satu warga juga meninggal dunia yang diduga akibat syok pascagempa,” kata Erwin.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat BPBD, kerusakan bangunan tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pacitan dan Kecamatan Pringkuku. Di Kecamatan Pacitan, rumah warga yang terdampak berada di Lingkungan Gantung, Kelurahan Pacitan, serta dua rumah di Kelurahan Ploso dan satu rumah di Dusun Ngaglik, Desa Menadi.
Sementara itu, di Kecamatan Pringkuku, satu rumah warga di Dusun Kendal, Desa Tamanasri, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

BPBD Pacitan masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

LEAVE A REPLY