Jakarta, ZNews.id – Publik internasional kembali menyorot kasus Jeffrey Epstein setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) membuka sebagian besar arsip penyelidikan terhadap pelaku kejahatan seksual tersebut.

File Epstein yang dirilis memuat nama-nama tokoh berpengaruh dari berbagai belahan dunia. Mencakup kalangan politik, bisnis, kerajaan, akademisi, hingga industri hiburan.

Meski demikian, otoritas hukum Amerika Serikat menekankan, pencantuman nama dalam file Epstein tidak berarti keterlibatan dalam tindak pidana. Hingga kini, tidak ada satu pun figur yang disebut dalam arsip tersebut yang didakwa secara hukum terkait kejahatan seksual Epstein. Kendati begitu, rilis dokumen ini kembali membuka diskusi global tentang jejaring sosial elite dan relasi kuasa yang selama bertahun-tahun mengelilingi Epstein.

Dibuka untuk Publik, Jutaan Arsip Terungkap

Berdasarkan laporan PBS News pada Senin (2/2/2026), pembukaan dokumen dilakukan dalam kerangka Undang-Undang Transparansi File Epstein. Arsip yang dipublikasikan jumlahnya sangat besar. Terdiri atas jutaan halaman materi, mulai dari ratusan ribu korespondensi email, ribuan rekaman video, hingga puluhan ribu foto.

Seluruh materi tersebut menggambarkan luasnya lingkar pergaulan Epstein dengan tokoh-tokoh berpengaruh. Namun pihak DOJ kembali menegaskan, dokumen ini bersifat informatif dan historis, bukan daftar tersangka atau bukti pelanggaran hukum.

Figur-Figur yang Menarik Perhatian Publik

Salah satu nama yang paling sering muncul adalah Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris. Ia pernah dituding oleh Virginia Roberts Giuffre sebagai bagian dari praktik perdagangan seksual Epstein ketika korban masih di bawah umur. Tuduhan itu dibantah keras oleh Andrew.

Arsip mencatat berbagai bentuk interaksi sosial, termasuk undangan makan malam dan dokumentasi foto yang memicu polemik. Pada akhir tahun lalu, Raja Charles III resmi mencabut gelar kerajaan Andrew.

Nama Sarah Ferguson, Duchess of York, juga tercantum dalam dokumen. Ia pernah mengakui menerima bantuan keuangan dari Epstein untuk melunasi utang pribadi. Walau sempat menyatakan tak akan lagi berhubungan dengan Epstein, arsip menunjukkan adanya komunikasi lanjutan. Dalam salah satu email balasan, Epstein membela dirinya dari cap negatif media.

Dari dunia teknologi, Elon Musk tercatat dalam percakapan email terkait rencana kunjungan ke pulau pribadi Epstein pada awal 2010-an. Musk secara terbuka menyatakan ia menolak undangan tersebut. Pernyataan itu kembali ditegaskannya melalui media sosial pada 2025.

Sementara itu, Richard Branson, pendiri Virgin Group, diketahui pernah berkorespondensi dengan Epstein. Salah satu pesan lama bernada santai menjadi sorotan. Namun perusahaan menegaskan relasi tersebut bersifat terbatas dan tidak melibatkan tindakan melanggar hukum.

Tokoh Politik Amerika Serikat dan Internasional

File Epstein juga memuat ribuan referensi tentang Donald Trump, terutama dalam konteks liputan media, isu kebijakan, dan dinamika sosial sebelum hubungan keduanya memburuk. Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyebut banyak laporan masyarakat terkait tokoh terkenal yang akhirnya dinilai tidak memiliki dasar kuat.

Nama Bill Clinton turut muncul, terutama terkait interaksi lebih dari dua dekade lalu, termasuk penggunaan jet pribadi Epstein. Pihak Clinton menegaskan hubungan tersebut berakhir setelah Epstein pertama kali dijerat kasus pidana pada 2006 dan tidak pernah ada tuduhan hukum terhadap Clinton.

Dari kawasan Timur Tengah, mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak mengakui pernah beberapa kali bertemu Epstein dan menggunakan fasilitas penerbangannya. Namun ia menegaskan tidak pernah menyaksikan perilaku ilegal atau aktivitas yang tidak pantas.

Bisnis, Olahraga, dan Akademik

Pengusaha media sekaligus pemilik New York Giants, Steven Tisch, muncul ratusan kali dalam arsip. Ia mengakui pernah berkomunikasi dengan Epstein, namun menyebut keterkaitan tersebut sebagai penyesalan besar dalam hidupnya.

Nama Casey Wasserman, Presiden Komite Olimpiade Los Angeles 2028, tercantum dalam korespondensi dengan Ghislaine Maxwell pada awal 2000-an. Wasserman menyatakan tidak memiliki hubungan pribadi maupun bisnis dengan Epstein dan menyesalkan isi komunikasi tersebut. Maxwell kini menjalani hukuman penjara 20 tahun.

Di bidang kebijakan ekonomi dan pendidikan, Larry Summers tercatat berhubungan dengan Epstein bahkan setelah kasus pidana kembali mencuat. Summers kemudian mengakui, relasi tersebut merupakan kesalahan serius dalam penilaiannya.

Selain itu, dokumen juga mencantumkan Howard Lutnick, Sergey Brin, hingga Steve Bannon, dengan beragam konteks pertemuan dan komunikasi. Seluruhnya belum berujung pada proses hukum.

Implikasi Politik Nyata

Dampak paling konkret dari rilis arsip ini terlihat di Slovakia. Miroslav Lajcak, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia, mengundurkan diri setelah dokumen mengungkap komunikasi masa lalunya dengan Epstein. Lajcak menegaskan, interaksi tersebut dilakukan dalam konteks diplomatik resmi dan tidak melanggar hukum.

Nama-Nama Global Lain dalam Arsip

Selain figur-figur utama, arsip Epstein turut menyebut puluhan nama lain dari berbagai negara. Termasuk mantan presiden, perdana menteri, pengusaha besar, seniman, hingga selebritas dunia. Daftar tersebut memperlihatkan betapa luasnya jaringan sosial Epstein sebelum kematiannya pada 2019.

Jaringan Elite dan Pelajaran Publik

Pembukaan File Epstein menegaskan kembali, pelaku kejahatan tersebut beroperasi di lingkaran elite dengan akses dan pengaruh yang besar. Meski tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan kriminal para tokoh yang disebut, dokumen ini membuka ruang refleksi publik mengenai relasi kuasa, privilese, dan lemahnya pengawasan selama bertahun-tahun.

LEAVE A REPLY