JAKARTA, ZNEWS.id– Bencana tanah longsor melanda empat desa di tiga kecamatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan berdampak langsung pada kehidupan ribuan warga.
Salah satu wilayah terparah adalah Desa Tempur, Kecamatan Keling, yang sempat terisolasi akibat tertutup material longsor.
Longsor yang terjadi pada Jumat (9/1) tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga, terganggunya akses jalan antarwilayah, serta terhambatnya distribusi logistik dan layanan dasar. Di Desa Tempur, tercatat 13 kepala keluarga mengalami kerusakan rumah, sementara akses utama menuju desa tertutup timbunan tanah dan bebatuan.
Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan akses menuju fasilitas layanan kesehatan maupun ekonomi. Pemerintah daerah setempat terus melakukan pendataan dan upaya awal penanganan dengan mengerahkan alat berat untuk membuka jalur yang tertutup longsor.
Seiring dengan kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan penuh bagi pemerintah daerah dan masyarakat terdampak. Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa penanganan difokuskan pada keselamatan dan pemulihan kehidupan warga terdampak.
“Ada tiga penekanan utama, yakni penanganan masyarakat terdampak secara maksimal, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pembukaan akses dan perbaikan infrastruktur,” kata Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
BNPB juga memastikan bahwa dalam 24 jam terakhir, bantuan logistik telah disalurkan dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan, baik pangan maupun nonpangan seperti pakaian, selimut, tempat tidur, obat-obatan, serta perlengkapan pencegah penyakit dan cuaca dingin.
Terkait pemulihan hunian, BNPB menyatakan kesiapan membantu pembangunan rumah bagi warga yang direlokasi apabila diperlukan. “Yang paling utama adalah masyarakatnya tertangani dengan baik,” ujar Suharyanto.
Untuk akses wilayah, BNPB mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah membuka jalur tertutup longsor dan menegaskan kesiapan memberikan tambahan alat berat maupun dukungan pembiayaan, termasuk pembangunan jembatan darurat bila dibutuhkan.

























