JAKARTA, ZNEWS.id. – Sedikitnya 73 orang tewas setelah pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, tewas dalam operasi militer Meksiko yang berujung gelombang kekerasan luas.

Korban tewas mencakup aparat keamanan, tersangka anggota kartel, serta korban lainnya. El Mencho ditembak dalam baku tembak di negara bagian Jalisco saat militer berupaya menangkapnya.

Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan aparat melacak keberadaannya melalui salah satu pasangan dekatnya hingga ke persembunyian di Tapalpa. Ia dan dua pengawalnya terluka dalam baku tembak, ditangkap, namun meninggal dalam perjalanan ke Mexico City.

Kematian El Mencho memicu aksi balasan kartel berupa pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan, dan serangan di sedikitnya delapan negara bagian.

Sekretaris Keamanan Omar García Harfuch menyebut 25 anggota Garda Nasional tewas dalam enam serangan terpisah. Sekitar 30 tersangka tewas di Jalisco dan empat lainnya di Michoacan. Seorang sipir penjara dan seorang agen kejaksaan turut menjadi korban.

Pemerintah mengerahkan tambahan 2.000 tentara ke Jalisco. Lebih dari 250 blokade jalan di 20 negara bagian dilaporkan telah dibersihkan. Sejumlah wilayah membatalkan kegiatan sekolah, sementara Kedutaan Besar AS meminta stafnya berlindung di tempat.

Gedung Putih mengonfirmasi dukungan intelijen dalam operasi tersebut. Meski dianggap sebagai pukulan besar bagi kartel, analis memperingatkan potensi kekerasan lanjutan dari kelompok rival yang berebut pengaruh.

LEAVE A REPLY