JAKARTA, ZNEWS.id – Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) resmi memulai rangkaian Training Dai Ambassador 2026 di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, sebagai pembekalan bagi para pendakwah yang akan bertugas di berbagai negara.
Sebanyak 20 dai terpilih mengikuti pelatihan intensif selama lima hari, 9—13 Februari 2026, setelah melalui proses seleksi ketat.
Pelatihan ini menjadi kawah candradimuka bagi para dai untuk memperkuat model dakwah berbasis pemberdayaan yang mencakup pilar pendidikan, kesehatan, budaya, hingga sosial kemanusiaan.
Para Dai Ambassador 2026 dijadwalkan bertugas di 11 negara, yaitu Australia, Filipina, Hongkong, Inggris, Jepang, Perancis, Jerman, Korea Selatan, Kaledonia Baru, Timor Leste, dan Thailand.
Direktur Layanan Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, menegaskan bahwa para dai memiliki peran strategis sebagai edukator zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) di level internasional. Ia berharap para dai dapat menjadi ujung tombak edukasi Ziswaf bagi masyarakat muslim di negara penempatan sekaligus memperluas dampak dakwah Dompet Dhuafa di mancanegara.
Untuk mendukung kelancaran tugas, Dompet Dhuafa menjalin kolaborasi dengan KBRI, kantor cabang luar negeri, serta berbagai mitra dakwah setempat. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam membumikan program Ziswaf di tingkat global.
Program Dai Ambassador yang telah berjalan selama 13 tahun ini mendapat apresiasi dari Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim. Ia menilai konsistensi program tersebut berhasil melahirkan kader-kader dai berkualitas yang menyebarkan Islam rahmatan lil alamin.
Pembukaan pelatihan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, yang menekankan bahwa dakwah di era modern membutuhkan sosok dai yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati tinggi. Menurutnya, dai harus mampu hadir sebagai pendengar, penyejuk, dan penopang harapan umat.
Melalui pelatihan ini, Dompet Dhuafa berharap Dai Ambassador 2026 dapat menjadi representasi wajah Islam yang inklusif dan solutif dalam menjawab berbagai persoalan sosial di negara tempat mereka bertugas.



























