Tim Dompet Dhuafa Jatim menemui Saji dan mengunjungi putrinya yang masih berada di RSUD Sumberglagah untuk memberikan santunan dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Saji. (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID MOJOKERTO -Tragedi yang memilukan terjadi saat Karnaval Pacet pada Kamis (24/8/2023). Saji (38), keluarga korban tragedi Karnaval Pacet di Jalan turunan simpang tiga Karlina, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, harus menghadapi duka yang mendalam.

Saji harus merelakan kepergian istri tercintanya, Maria Ulfa (39), warga Dusun Kalen, Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, putrinya yang berusia 10 tahun, Ana Nur Faidah, saat ini sedang berjuang untuk pulih di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberglagah, Pacet, Mojokerto. Luka parah yang ia alami, terutama di bagian kepala, memerlukan perawatan intensif.

Tim Dompet Dhuafa Jatim menemui Saji dan mengunjungi putrinya yang masih berada di RSUD Sumberglagah untuk memberikan santunan dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Saji. (Foto: DD Jatim)

Awalnya, semangat untuk menikmati Karnaval Pacet membawa Maria Ulfa bersama putri dan keponakannya naik sepeda motor menuju lokasi karnaval.

Kehadiran mereka di lokasi, sekitar pukul 17.45 WIB, tidak pernah diduga akan berubah menjadi tragedi mengerikan.

Truk tangki air tiba-tiba meluncur dengan kecepatan tinggi dari atas dan menabrak penonton karnaval di turunan simpang tiga Pacet. Akibatnya, 11 orang terluka dan 2 orang meninggal dunia, termasuk istri dari Saji.

Tim Dompet Dhuafa Jatim menemui Saji dan mengunjungi putrinya yang masih berada di RSUD Sumberglagah untuk memberikan santunan dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Saji. (Foto: DD Jatim)

Saji yang saat kejadian sedang bekerja sebagai pedagang di pasar, tidak merasakan tanda-tanda buruk atau firasat mengenai musibah yang menimpa keluarganya. Semua, kata dia, berjalan seperti biasa.

“Sampai saat ini belum tenang, masih sangat sedih melihat anak masih kecil sudah kehilangan ibunya. Saya mencoba untuk tetap tabah dan perbanyak doa,” tutur Saji.

Senin (28/8/2023l) lalu, tim Dompet Dhuafa Jatim menemui Saji dan mengunjungi putrinya yang masih berada di RSUD Sumberglagah. Kedatangan tim Dompet Dhuafa Jatim untuk memberikan santunan dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Saji. (DD Jatim)

BACA JUGA  PT PLN Indonesia Power Grati PGU dan Dompet Dhuafa Distribusikan Kado Lebaran bagi Penyintas Gempa Bawean

LEAVE A REPLY