Dompet Dhuafa melangsungkan Rakernas Kongres Masjid Pemberdaya di Jakarta Selatan, Kamis dan Jumat, 26-27 Mei 2022. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Lembaga Filantropi Dompet Dhuafa berinisiatif menggerakkan masjid-masjid yang ada di Indonesia untuk menjadi Masjid Berdaya, bahkan pemberdaya. Hal ini disampaikan Kepala Departemen Mitra Pengelola Zakat dan Zona Layanan (MPZ-ZL) Dompet Dhuafa, Imam Alfaruq.

“Masjid Berdaya adalah masjid yang telah berhasil menjalankan dua fungsi pokok masjid, yaitu fungsi Baitullah (Rumah Allah) dan fungsi Baitul Mal (Rumah Harta Umat Islam),” kata Imam Alfaruq yang juga Sekjend Presidium Kolaborasi Masjid Pemberdaya (KMP), Rabu (5/10/2022).

Dia menjelaskan, masjid dinilai berhasil dalam menjalankan fungsi Baitullah paling tidak memenuhi lima syarat berikut :

  1. Memiliki imam masjid dengan bacaan Al-Qur’an yang fasih dan mujawad, dan faqih fiddin sehingga bisa memerankan peran khotib Jumat.
  2. Memiliki muazin yang istikamah dan konsisten dalam mengumandangkan azan di setiap waktu salat.
  3. Memiliki ruang utama masjid yang suci dan bersih untuk bersujud dan cukup untuk melaksanakan salat Jumat.
  4. Memiliki marbot atau cleaning service untuk memastikan semua area ruang utama dan ruang salat untuk jemaah senantiasa bersih dan suci.
  5. Memiliki tempat wudu dan kamar kecil atau toilet yang representatif, artinya jumlah kamar toilet proporsional dengan potensi jumlah jemaah dan senantiasa terjaga secara konsisten ketersediaan air wudu yang bersih serta suci menyucikan.

Imam Alfaruq mengungkapkan, masjid dinilai telah berhasil menjalankan fungsi Baitul Mal ketika masjid telah memiliki manajemen yang profesional dalam menjalankan bisnis proses lembaga amil zakat dan kenaziran wakaf.

Dalam hal ini seperti adanya SDM yang profesional dalam aspek pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian dana atau aset Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).

BACA JUGA  Super Volunteer Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Jadi Influencer Kebaikan

LEAVE A REPLY