Dompet Dhuafa bersama koalisi masyarakat sipil turut menyuarakan kepedulian dan sikap dalam aksi massa yang digelar oleh KOMS (Koalisi Aktivis, Musisi, dan Seniman) Indonesia di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID JAKARTA – Merespons gerakan “Global Strike for Palestine”, Dompet Dhuafa bersama koalisi masyarakat sipil turut menyuarakan kepedulian dan sikap dalam aksi massa yang digelar oleh KOMS (Koalisi Aktivis, Musisi, dan Seniman) Indonesia di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Energi dukungan INA for Palestina kali ini menyerukan agar Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dan bermartabat untuk membela kemanusiaan serta keadilan bagi Palestina.

“Warga Palestina tidak membutuhkan pengusiran paksa dari tanahnya sendiri. Mereka membutuhkan gencatan senjata permanen dan akses bantuan kemanusiaan yang nyata. Kita dorong agar Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo segera mengambil sikap tegas dalam keberpihakan total terhadap kemanusiaan dan genosida yang terjadi di Palestina,” kata Eka Annash, Ketua KOMS Indonesia, dalam orasinya siang itu.

Rangkaian aksi massa ini dimulai dengan penyebaran petisi online yang telah ditandatangani secara daring sejak 14 April 2025.

Petisi ini bertujuan untuk memberikan desakan kepada pemerintah untuk mengambil langkah konkret dan tegas terhadap genosida yang terjadi di Palestina.

Dompet Dhuafa bersama koalisi masyarakat sipil turut menyuarakan kepedulian dan sikap dalam aksi massa yang digelar oleh KOMS (Koalisi Aktivis, Musisi, dan Seniman) Indonesia di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Seruan deklarasi pernyataan sikap dan tuntutan dalam petisi INA for Palestina bit.ly/PETISIINAPALESTINA sebagai berikut:

  • Menyatakan secara resmi bahwa agresi militer Israel terhadap gaza merupakan tindakan genosida serta mendesak dilakukannya gencatan senjata permanen.
  • Menggalang solidaritas aktif organisasi kemanusiaan, masyarakat sipil,dan badan-badan internasional untuk membuka akses bantuan selebar-lebarnya untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.
  • Menyatakan secara resmi Benjamin Netanyahu sebagai penjahat perang berdasarkan hukum humaniter internasional.
  • Mengungkap dan menghentikan hubungan dagang, investasi, dan kerja sama lainnya antara Indonesia dengan Israel, sesuai keputusan Mahkamah Internasional Juli 2024 dan resolusi Majelis Umum PBB September 2024.
  • Membantu mengakhiri pendudukan ilegal Israel atas tanah Palestina dan mewujudkan penentuan nasin sendiri untuk rakyat Palestina.

Sejak Oktober 2023 hingga kini, agresi militer Zionis Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 50.000 warga Palestina. Situasi kian memburuk dan ini bukan tentang angka. Bahkan saat Hari Paskah di Gereja Makam Suci, Yerusalem, warga yang beribadah mengalami kekerasan dan diintimidasi.

Ustaz Husein Gaza dalam diskusinya sore itu saat aksi menyampaikan, “Korban penjajahan sesungguhnya adalah yang tidak merasa menjadi korban tapi tidak bisa apa-apa. Jangan-jangan kita telah dijajah oleh sistem dan ideologi yang sudah terbentuk sekarang?”.

Serangan intensif zionis Israel tak hanya menewaskan banyak warga sipil, tetapi juga menghancurkan fasilitas vital Gaza. Rumah Sakit Al-Shifa mengalami

Salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam membantu rakyat Palestina ialah menghadirkan unit mobil ambulans bersama kolaborator baik Indonesia.

“Korban terus berjatuhan. Sahabat relawan kesehatan kami pun ada yang gugur. Di sana kekurangan obat-obatan, alat medis, hingga jenazah yang menumpuk di rumah sakit, menggambarkan kondisi Gaza sebagai “neraka medis” saat ini. Lebih dari 370.000 warga Gaza juga terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal, dan harus bertahan hidup tanpa makanan dan air bersih yang layak,” papar dr. Yeni, GM Program Kesehatan Dompet Dhuafa, sore itu di Monas.

Dompet Dhuafa bersama koalisi masyarakat sipil turut menyuarakan kepedulian dan sikap dalam aksi massa yang digelar oleh KOMS (Koalisi Aktivis, Musisi, dan Seniman) Indonesia di Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa (22/4/2025). (Foto: Dompet Dhuafa)

Turut hadir Kak Ojan, seorang Kreator Konten dan Pendongeng, bersama putranya, yang mengatakan bahwa putranya hari itu izin tidak masuk sekolah untuk ikut sang Ayah hadir ke Monas untuk aksi solidaritas untuk Palestina.

“Jika ada mata pelajaran yang paling wajib diajarkan untuk anak-anak kita hari ini, maka itu adalah pelajaran membela kemerdekaan Palestina. Tetap berisik, berdoa, dan boikot,” jelas Ojan.

‘Global Strikes for Palestine merupakan aksi damai dan protes yang dilakukan secara serentak di berbagai belahan dunia pada tanggal 22 April 2025, termasuk di Jakarta yang dilakukan berpusat di Monas.

Dalam aksi ini bergulir diskusi dengan berbagai tokoh dari beragam latar belakang, profesi dan juga aksi musik & teatrikal dari beragam komunitas.

Aksi solidaritas #INAforPalestINA ini didukung beragam organisasi seperti Dompet Dhuafa, Disaster Management Center Dompet Dhuafa, BuyCut, Asia Justice & Rights (AJAR), GreenPeace, Kontras, Perempuan Mahardhika, BDS Indonesia, Komunitas Gerak Bareng, Palestina.ID, Koalisi Masjid Pemberdaya.

Turut hadir dan mendukung Erlangga Greschinov (Penggerak Komunitas Julid Fi Sabilillah), Bella Fawzi–Chiki Fawzi–Annisa Theresia dari Friend of Palestine, MINDA, Teater RAS, Tim Respon Darurat Kesehatan LKC, serta brand lokal seperti HAUS Indonesia, Mecca Fried Chicken, dan Dapur BangJek, turut mendukung pergerakan.

Bantu anak-anak Palestina bertahan dan tersenyum kembali dengan salurkan bantuanmu melalui: digital.dompetdhuafa.org/donasi/daruratpalestina.

Oleh: Dhika Prabowo

LEAVE A REPLY