Dompet Dhuafa menandatangani MoU kerja sama dengan perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk program Penurunan Risiko Stunting di DIY Sabtu (24/9/2022). (Foto: DD Yogyakarta)

ZNEWS.ID BANTUL – Dompet Dhuafa menandatangani MoU kerja sama dengan perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk program Penurunan Risiko Stunting di DIY, Sabtu (24/9/2022).

Penandatanganan dilakukan oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron dengan Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin SH MM.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan dialog interaktif dengan tema Pramuka Istimewa Peduli Stunting dari Yogyakarta untuk Indonesia.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Masalahnya tidak berhenti sampai di situ. Kondisi gagal tumbuh akan memengaruhi kapasitas otak. Akibatnya, anak stunting juga mengalami penurunan fungsi kognitif. Padahal, usia di bawah 5 tahun adalah periode emas pertumbuhan otak.

Jika pada periode ini tumbuh kembang otak maksimal tidak tercapai, maka akan terjadi kerusakan permanen. Jika kondisi ini terjadi secara masif dan kronis, dapat menurunkan kualitas generasi berikutnya.

Berdasar Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2021, angka kejadian stunting balita di DIY adalah 17,3%. Angka ini berada di bawah rata-rata nasional yang menyentuh angka 24,4%. DIY menargetkan prevalensi stunting balita 14% di 2024.

BACA JUGA  PT Durian Berkah Nusantara Santuni Siswa Yatim melalui Dompet Dhuafa

LEAVE A REPLY