Dompet Dhuafa bersama para mitra lokal Palestina menyalurkan amanah donatur berupa Parsel Ramadan kepada 400 KK pengungsi Jabalia Camp, Gaza Utara, Palestina. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID GAZA UTARA – Sudah 200 hari bencana kemanusiaan terjadi di Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober 2023. Bahkan, peristiwa ini terus berlangsung selama Ramadan 1445 H.

Di tengah kecamuk konflik yang tak berkesudahan, warga Gaza menjalankan bulan suci Ramadan seadanya. Tak ada santapan yang lezat dan bergizi, seperti yang biasa kita nikmati ketika sahur dan berbuka.

Badan global yang bertanggung jawab untuk menyatakan kelaparan, Integrated Food Security Phase Classification (IPC), menyatakan bahwa sebanyak 1,1 juta orang atau hampir separuh penduduk Gaza mengalami bencana kelaparan.

Dompet Dhuafa bersama para mitra lokal Palestina menyalurkan amanah donatur berupa Parsel Ramadan kepada 400 KK pengungsi Jabalia Camp, Gaza Utara, Palestina. (Foto: Dompet Dhuafa)

Krisis pangan paling parah terjadi di Gaza Utara. Berbeda dengan Ramadan sebelumnya, tahun ini penduduk di sana tidak bisa menyantap makanan sahur atau berharap bisa menghilangkan rasa lapar mereka dengan berbuka puasa.

Menurut badan amal kemiskinan CARE, setidaknya ada 27 orang (23 di antaranya anak-anak) meninggal karena kekurangan gizi atau dehidrasi di Gaza Utara dalam beberapa pekan terakhir.

Dompet Dhuafa bersama para mitra lokal Palestina menyalurkan amanah donatur berupa Parsel Ramadan kepada 400 KK pengungsi Jabalia Camp, Gaza Utara, Palestina. (Foto: Dompet Dhuafa)

Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang peduli akan kemanusiaan hadir sebagai jembatan menghubungkan kebaikan antarsesama. Seperti yang digaungkan Dompet Dhuafa, yaitu #RamadanMendekatkan.

Momentum Ramadan 1445 H menjadi akses kebaikan dan kenikmatan bagi umat Islam yang akan menjalankan puasa. Dompet Dhuafa memastikan agar mereka dapat sahur dan berbuka puasa dengan layak.

BACA JUGA  Ngabuburit bareng Armada di Tepian Situ Tujuh Muara

LEAVE A REPLY