Jakarta, ZNews.id – Ratusan jemaah memadati Masjid Atta’awun Puncak, Bogor, sejak pagi hari pada Senin (5/1/2026). Mereka hadir untuk mengikuti Tabligh Akbar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1447 Hijriah yang digelar sebagai momentum spiritual sekaligus ruang menumbuhkan kepedulian sosial bagi para penyintas bencana di Sumatra.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dompet Dhuafa bersama DKM Masjid Atta’awun. Selain memperingati peristiwa Isra Miraj, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengajak jemaah untuk berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan melalui penghimpunan infak yang dilakukan secara langsung menggunakan keropak, serta secara digital melalui QRIS.

Tabligh Akbar Isra Miraj Jadi Ruang Kepedulian Bersama

Suasana masjid sejak pagi dipenuhi lantunan selawat dan doa yang mengiringi rangkaian acara. Antusiasme jemaah terlihat dari area utama hingga halaman masjid yang terisi penuh. Kehadiran dai nasional Ustaz Maulana turut menambah kekhusyukan sekaligus semangat berbagi dalam Tabligh Akbar tersebut.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Maulana mengajak jemaah untuk menumbuhkan kepedulian secara konsisten melalui aksi nyata. Menurutnya, bencana yang menimpa Sumatra tidak hanya menjadi ujian bagi para penyintas, tetapi juga menjadi cermin bagi masyarakat luas untuk mengukur kepekaan sosial dan empati terhadap sesama.

“Saudara-saudara kita di Sumatra sedang diuji oleh Allah. Tapi kita juga diuji, apakah kepedulian kita masih ada. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, itulah bukti empati dan kepedulian kita,” ujar Ustaz Maulana.

Dompet Dhuafa Dorong Dukungan Nyata untuk Pemulihan

General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih Syarafaddin, mengajak jemaah untuk terus mendoakan sekaligus mendukung para penyintas melalui donasi. Ia menegaskan, Dompet Dhuafa telah terlibat aktif dalam penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatra sejak fase tanggap darurat hingga proses pemulihan yang masih berlangsung hingga kini.

“Insyaallah dana-dana yang dihimpun akan kami salurkan untuk membantu para penyintas di Sumatra. Mulai dari program makanan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Faqih.

Dalam waktu satu bulan ke depan, Dompet Dhuafa terus mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran donasi. Salah satu fokus utama yang ditargetkan adalah pembangunan 1.000 unit RUMTARA atau rumah sementara bagi warga terdampak bencana. Menurut Faqih, dukungan dari masjid, jemaah, dan mitra menjadi kekuatan penting agar fase pemulihan dapat berjalan berkelanjutan.

Santunan, Layanan Sehat, dan Apresiasi Berbagai Pihak

Selain penghimpunan donasi, Dompet Dhuafa bersama Masjid Atta’awun juga menyalurkan santunan kepada 50 anak yatim di sekitar wilayah masjid, termasuk dari yayasan yang berada dalam naungan Masjid Atta’awun. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada Ketua DKM Masjid Atta’awun, Ahmad Kosasih, dan disaksikan langsung oleh Ustaz Maulana serta ratusan jemaah.

Kepala Bidang Himaroh Masjid Atta’awun Puncak, Asep Ruhiat, menyampaikan kolaborasi bersama Dompet Dhuafa memberikan dampak positif, baik bagi kemakmuran masjid maupun manfaat sosial bagi masyarakat secara luas. Ia menegaskan kepedulian terhadap penyintas bencana merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama saudara.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Salah satunya Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat yang menilai Dompet Dhuafa konsisten menunjukkan peran aktif dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Melengkapi rangkaian acara, Dompet Dhuafa turut menghadirkan Aksi Layanan Sehat melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), dengan pemeriksaan kesehatan seperti cek tekanan darah, gula darah, dan asam urat bagi para jemaah.

Melalui momentum Isra Miraj ini, Dompet Dhuafa dan Masjid Atta’awun kembali menegaskan kepedulian dapat berawal dari ruang ibadah, lalu tumbuh menjadi aksi kemanusiaan yang nyata dan berkelanjutan.

LEAVE A REPLY