Ilustrasi kebocoran data. (Foto: enisa.europa.eu)

ZNEWS.ID JAKARTA – Data merupakan aset berharga bagi perusahaan dan organisasi. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, risiko kebocoran data di dunia maya semakin besar.

Bruce Hanadi, seorang pakar keamanan siber dan Chief Information Security Officer (CISO) dari snc.id, mengungkapkan bahwa serangan siber untuk mencuri data sensitif dan berharga, termasuk data pelanggan, telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Data yang dicuri dapat digunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk tujuan penipuan, pemerasan, atau dijual di pasar gelap,” katanya, dilansir dari Antara.

Bruce memberikan pandangan dan kiat bagaimana perusahaan bisa menghadapi dan mengatasi kebocoran data.

Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab kebocoran data, meliputi serangan siber, insiden internal, ketidakhati-hatian, serta kerentanan pada aplikasi dan perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan.

Untuk melindungi data pelanggan, Bruce menekankan perlunya perusahaan mengambil langkah-langkah proaktif.

“Caranya dengan meningkatkan keamanan jaringan menggunakan teknologi keamanan mutakhir dan melakukan pembaruan secara teratur,” ujarnya.

BACA JUGA  Cegah Kebocoran Data, Twitter Buat Kebijakan Privasi Baru

LEAVE A REPLY