Jakarta, ZNews.id – Nama Budi Satrio Djiwandono kembali ramai diperbincangkan di ruang publik. Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu disebut-sebut berpeluang bergeser ke lingkaran eksekutif, seiring menguatnya kabar perombakan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung Rabu (28/1/2026).
Isu tersebut mencuat di tengah dinamika politik nasional yang masih bergerak cepat pascapembentukan pemerintahan baru. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Istana terkait nama-nama yang akan masuk atau keluar dari jajaran menteri.
Di tengah spekulasi itu, Budi menegaskan dirinya masih menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI dan tetap aktif mengikuti agenda kerja Komisi I.
Latar Belakang Pendidikan dan Keluarga
Budi Satrio Djiwandono lahir di Jakarta, 25 September 1981. Ia merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto dan adik dari Thomas Djiwandono, putra dari Sudradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia.
Riwayat pendidikannya ditempuh di dalam dan luar negeri. Pendidikan dasar diselesaikan di SD Santa Theresia, kemudian berlanjut ke SMP Sekolah Pelita Harapan. Untuk jenjang menengah atas, Budi menimba ilmu di Berkshire School, Amerika Serikat.
Pendidikan tinggi ia lanjutkan di Clark University, Amerika Serikat, dengan mengambil jurusan Government & International Relations. Latar akademik tersebut membentuk pemahamannya terhadap isu-isu pemerintahan, politik global, dan kebijakan publik yang kemudian menjadi fokus kerjanya di parlemen.
Karier Profesional dan Perjalanan Politik
Sebelum aktif di politik nasional, Budi memiliki pengalaman panjang di sektor swasta. Ia pernah menempati sejumlah posisi penting. Di antaranya Wakil Direktur Utama di Nusantara Energy dan Kertas Nusantara serta Direktur Utama di Nusantara Pandu Energi serta Kurnia Tidar Abadi.
Berpolitik
Karier politik Budi di DPR RI dimulai pada 2017 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, dan kembali meraih kursi parlemen untuk periode 2024–2029.
Pada periode sebelumnya, Budi dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, serta kelautan dan perikanan. Memasuki periode baru, ia ditugaskan ke Komisi I DPR RI dan menduduki posisi Wakil Ketua, dengan lingkup kerja mencakup pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan intelijen.
Selain itu, Budi juga tercatat sebagai anggota Badan Musyawarah DPR RI dan menjabat Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI.
Di struktur organisasi sayap partai, Budi dikenal aktif di Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.
Isu Masuk Eksekutif dan Sinyal dari Parlemen
Spekulasi mengenai kemungkinan Budi Djiwandono masuk ke jajaran eksekutif menguat usai rapat tertutup Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala BIN pada Senin (26/1/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto.
Dalam pembukaan rapat, Utut melontarkan pernyataan yang kemudian ditafsirkan publik sebagai sinyal politik.
“Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif: You cannot beat the band with uniform,” ujar Utut.
Pernyataan itu menjadi sorotan karena Budi saat itu duduk tepat di sebelah kanan Utut, dan disampaikan di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet.
Tanggapan Budi Djiwandono
Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, Budi memilih bersikap singkat dan normatif. Ia menegaskan belum mengetahui maksud pernyataan Ketua Komisi I dan memastikan dirinya tetap fokus menjalankan tugas di DPR RI.
“Enggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut. Tugas kita tetap sekarang di Komisi I,” kata Budi sebelum menghadiri rapat Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, Selasa (27/1/2026).





























