Kain Songket Palembang. (Foto: Istimewa)

ZNEWS.ID PALEMBANG – Selamat Hari Batik Sedunia. Tahukah kamu, kawan? Selain Batik, Indonesia juga memiliki kain lain bernama songket, lho. Kata songket berasal dari istilah sungkit dalam bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, yang berarti “mengait” atau “mencungkil”. Hal ini berkaitan dengan metode pembuatannya; mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas.

Selain itu, menurut sebagian orang, kata songket juga mungkin berasal dari kata songka, songkok khas Palembang yang dipercaya pertama kalinya kebiasaan menenun dengan benang emas dimulai.

Istilah menyongket berarti ‘menenun dengan benang emas dan perak’. Songket adalah kain tenun mewah yang biasanya dikenakan saat Kenduri, perayaan atau pesta. Songket dapat dikenakan melilit tubuh seperti sarung, disampirkan di bahu, atau sebagai destar atau tanjak, hiasan ikat kepala.

Tanjak adalah semacam topi hiasan kepala yang terbuat dari kain songket yang lazim dipakai oleh sultan dan pangeran serta bangsawan Kesultanan Melayu. Beberapa kain songket tradisional Sumatra memiliki pola yang mengandung makna tertentu.

Kain Songket Palembang. (Foto: Istimewa)

Indonesia memiliki banyak khazanah budaya warisan leluhur yang tersebar diberbagai daerah. Salah satunya adalah budaya dalam berbusana Sumatra Barat. Selain terkenal dengan rumah gadang dan masakan rendangnya yang khas, juga dalam hal kain. Anda pasti sudah sering mendengar kata kain tenun.

Kain tenun di Indonesia digambarkan dalam (Wacik dkk, 2010) tersebar di Aceh, Batak (Sumatra Utara), Pandai Sikek (Sumatra Barat), Palembang, Pasemah (Sumatra Selatan), Kepulauan Bangka dan Belitung, Pulau Flores, Sumba, Rote, Sabu, Ndao, (Nusa Tenggara Timur), pedalaman Kalimantan, Rongkong dan Galumpang (Sulawesi), Tanimbar dan Kisar (Maluku), Donggala dan Buginese (Sulawesi), Gresik dan Lamongan (Jawa Timur), serta Tenganan (Bali).

Di antara kain tenun tersebut, songket Palembang merupakan songket terbaik di Indonesia, baik diukur dari segi kualitasnya, yang berjuluk “Ratu Segala Kain”.

BACA JUGA  Resep Pempek, Makanan Khas Palembang yang Garing dan Gurih

LEAVE A REPLY