Linda Anggrea selaku CEO Buttonscarves—jenama fesyen premium Indonesia—berbagi inspirasi dan cerita motivasi kepada ratusan mahasiswa STIM Budi Bakti di Aula Serbaguna Masjid Zona Madina Dompet Dhuafa, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID BOGOR – Linda Anggrea selaku CEO Buttonscarves—jenama fesyen premium Indonesia—berbagi inspirasi dan cerita motivasi kepada ratusan mahasiswa STIM Budi Bakti Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024).

Bertempat di Aula Serbaguna Masjid Zona Madina Dompet Dhuafa, Bogor, seminar kewirausahaan ini mengangkat tajuk “Womenpreneur: Berdaya dan Berkarya”. Seminar Kewirausahaan ini diikuti oleh para mahasiswa STIM Budi Bakti dan anggota Rumah UMKM Zona Madina Dompet Dhuafa.

Mengawali cerita, Linda blak-blakan menyampaikan latar belakang kehidupannya. Ia lahir di pelosok desa di wilayah Riau, jauh dengan kehidupan hiruk-pikuk perkotaan.

Kedua orang tuanya juga tidak pernah merasakan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Namun bagi Linda, hal inilah yang menjadi pijakan motivasi Linda untuk menginspirasi dan bangkit.

Linda Anggrea selaku CEO Buttonscarves—jenama fesyen premium Indonesia—berbagi inspirasi dan cerita motivasi kepada ratusan mahasiswa STIM Budi Bakti di Aula Serbaguna Masjid Zona Madina Dompet Dhuafa, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/5/2024). (Foto: Dompet Dhuafa)

“Saya anak desa yang lahir 33 tahun lalu di pelosok di Riau. Tahun 1991, listrik di desa kami pun hanya ada malam hari, nonton TV hanya hari Minggu. Dengan segala kondisinya, aku ingin mengubah nasib. Aku ingin merasakan berbagai pengalaman dan peluang-peluang yang ada. Maka aku request kepada orang tua untuk bersekolah di ibu kota provinsi, kemudian SMA merantau di Jakarta,” kata Linda.

“Melanjutkan kuliah jurusan Manajemen Keuangan di Universitas Indonesia, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Saat kelas, aku selalu ingin duduk di kursi depan agar mudah menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari pengajar. Lulus dengan cumlaude, bekerja di Bank Indonesia, juga CT Corp. Sukses tidak ada yang instan. Aku belajar, berdoa, berusaha, dan konsisten. Tapi prinsipku, kita harus aware dengan sekitar kita, untuk melihat setiap peluang. Karena kesempatan bisa datang dari mana saja. Hal-hal kecil pun bisa jadi peluang bisnis,” ungkapnya.

Perkara aware tersebut, sudah Linda lakukan sejak Sekolah Dasar. Kala itu, Ramadan, Linda melihat peluang dengan kebutuhan anak-anak sepermainannya bermain kembang api.

BACA JUGA  Tablig Akbar Kebangsaan dan Peresmian Masjid Al Majid di Bukit Kemuning

Linda pun membeli kembang api dan menjualnya kembali. Hasilnya, Linda mampu membeli baju Lebaran atas usahanya sendiri.

LEAVE A REPLY