Ilustrasi tobat. (Foto: makmalpendidikan.net)

ZNEWS.ID JAKARTA – Benarkah Allah tidak mengampuni dosa syirik? Bukankah Allah Maha Pengampun?

Untuk lebih jelasnya dan menghilangkan keraguan, mari kita bahas secara singkat mengenai firman Allah QS An-Nisa ayat 48 sebagai berikut:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa  yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

Jika hanya melihat zahir ayat dan terjemahnya saja, ya, ngeri-ngeri sedap memang. Inilah yang membuat orang menyimpulkan bahwa Allah tidak mengampuni dosa syirik.

Satu sisi memang benar bahwa syirik itu tidak diampuni oleh Allah. Namun, makna ayat tersebut jangan hanya melihat tekstual ayat apalagi hanya bermodalkan terjemah saja.

Bagaimana para ulama memahami makna ayat ini? Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz:

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni orang yang mati dalam keadaan musyrik dan tidak mau bertaubat dari kesyirikannya, namun Dia mengampuni dosa-dosa selain syirik bagi hamba-hamba-Nya yang dikehendaki untuk diampuni seperti kemaksiatan orang-orang yang melukai kaum mukminin. Barangsiapa menyekutukan Allah dengan tuhan lainnya, maka sungguh dia telah melakukan dosa besar dan melakukan dusta yang sangat berat, sehingga dia layak mendapatkan siksa.”

Yang dimaksud dosa syirik yang tidak diampuni adalah dosa syirik yang dibawa mati. Pelaku syirik yang tidak bertobat dari perbuatan syiriknya lalu meninggal dunia, inilah maksud dari ayat di atas.

Adapun orang yang pernah melakukan kesyirikan lalu bertobat dengan benar, maka Allah mengampuninya. (cordofa.id)

BACA JUGA  Hukum Berzina Siang Hari saat Ramadan

LEAVE A REPLY