JAKARTA, ZNEWS.id – Banjir akibat luapan Sungai Lubawang merendam sekitar seribuan rumah warga di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/1) malam.
Peristiwa tersebut mengakibatkan dua warga, ayah dan anak, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Wahed (45) dan putrinya, Adinda Putri Rahayu (17), warga Jalan Madura, Desa/Kecamatan Besuki. Keduanya tersengat listrik saat berada di dalam rumah ketika air banjir masuk dengan ketinggian sekitar satu meter.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan seluruh biaya penanganan korban meninggal dunia ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus, sesuai arahan Bupati Situbondo terkait penanganan korban bencana.
Camat Besuki Yakup Alex Susanto menjelaskan, kedua korban berhasil dievakuasi warga setelah aliran listrik di wilayah tersebut dipadamkan.
Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Besuki menggunakan truk karena kondisi banjir menghambat akses kendaraan.
Banjir luapan Sungai Lubawang merendam rumah warga di sejumlah desa, antara lain Desa Jetis, Blimbing, Langkap, Besuki, Demung, dan Desa Pesisir. Hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, menyebabkan sungai dan beberapa anak sungai meluap.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi jalur pantai utara (pantura) di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur. Hingga kini, BPBD Kabupaten Situbondo masih melakukan asesmen terhadap dampak banjir dan rumah warga terdampak.

























