JAKARTA, ZNEWS.id – Banjir yang merendam Kota Pekalongan memaksa 972 warga mengungsi ke sejumlah lokasi yang tersebar di sembilan titik.
Tempat mengungsi di antaranya aula Kecamatan Pekalongan Barat serta masjid dan musala di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter, bahkan mencapai 100 sentimeter di sejumlah ruas jalan.
“Jumlah total pengungsi ada 972 jiwa yang tersebar di titik-titik pos pengungsian,” ujar Budi.
Para pengungsi berasal dari empat kecamatan, yakni Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan Pekalongan Utara. Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 8.692 kepala keluarga (KK) di wilayah Kota Pekalongan.
BPBD mencatat banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak Jumat (16/1) pukul 19.30 WIB hingga Sabtu (17/1) dini hari. Curah hujan tinggi juga terjadi di wilayah selatan, menyebabkan daya tampung daerah aliran sungai (DAS) penuh dan air melimpas ke Kota Pekalongan yang memiliki topografi cekung.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah jalan utama, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Saat ini, para pengungsi membutuhkan bantuan logistik, terutama obat-obatan, selimut, serta perlengkapan bayi dan lansia. BPBD Kota Pekalongan bersama TNI, Polri, OPD terkait, dan unsur relawan terus melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan kebutuhan, serta pengoperasian posko kebencanaan.
“Seluruh unsur terkait kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan darurat berjalan optimal,” kata Budi.





























