SIGI – Banjir disertai lumpur merusak lahan perkebunan dan pertanian seluas 7,5 hektare di Desa Jono, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Banjir disertai material berupa lumpur itu terjadi pada tanggal 1 Juli 2024 malam pukul 18.30 Wita. Namun Kepala Desa (Kades) Jono, Hezfrianto mengatakan hingga kini pembersihan ruas jalan yang tertutup lumpur dan rumah-rumah warga terus dilakukan oleh warga setempat dibantu Babinsa dan personel kepolisian dari Polres dan Polda Sulteng.

Ia menuturkan alat berat berupa ekskavator sudah berada di lokasi bencana banjir untuk segera menangani aliran sungai.

“Kebutuhan masyarakat adalah logistik pengungsian dan untuk alat berat itu sudah mulai bekerja, normalisasi sungai, serta perbaikan jalan yang rusak akibat banjir lumpur itu,” ucapnya.

Banjir lumpur, lanjutnya, mengakibatkan kantong produksi di wilayah itu rusak parah, termasuk lahan perkebunan kakao, kelapa, dan pisang seluas 7,5 hektare.

“Jalan usaha tani untuk kantong produksi putus total dan rusak,” sebutnya.

Hezfrianto menuturkan dampak lain dari banjir itu juga merendam delapan rumah warga, sehingga mengakibatkan tempat tinggal warga setempat rusak ringan karena kemasukan lumpur.

“Warga yang mengungsi sebanyak delapan Kepala Keluarga (KK) terdiri dari anak dan remaja 16 jiwa, lansia satu orang, balita tiga jiwa, dan ibu hamil satu jiwa,” ujarnya.

BACA JUGA  Banjir Lumpur di Sigi, 292 Rumah Rusak

LEAVE A REPLY