JAKARTA, ZNEWS.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat sebanyak 17.120 unit rumah rusak akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kerusakan rumah warga bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, dan menjadi persoalan utama karena menyangkut keselamatan serta keberlangsungan hidup masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Afifullah, Jumat (19/12), mengatakan dari total rumah yang rusak tersebut, 7.402 unit mengalami rusak berat, 4.741 unit rusak sedang, dan 6.977 unit rusak ringan. Sebagian besar rumah rusak berat berada di kawasan dataran rendah dan permukiman yang berdekatan dengan daerah aliran sungai.
Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan yang berlangsung dalam waktu lama menyebabkan sungai meluap dan merendam rumah warga. Ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai 10 hingga 300 sentimeter, bahkan mengakibatkan sejumlah rumah roboh dan hanyut terbawa arus banjir.
Akibat bencana tersebut, 20.612 jiwa dari 6.423 keluarga terpaksa mengungsi ke 50 titik pengungsian yang tersebar di Aceh Timur. Sementara itu, 1.618 jiwa dari 426 keluarga lainnya memilih bertahan di rumah meskipun dalam kondisi terdampak.
Selain merusak rumah warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, antara lain jalan, jembatan, rumah ibadah, sekolah, meunasah, dermaga kapal, serta fasilitas layanan publik lainnya. Total kerusakan dan kerugian akibat banjir di Aceh Timur diperkirakan mencapai Rp5,8 triliun.
Afifullah menyebutkan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah. Saat ini, BPBD bersama pihak terkait memfokuskan upaya pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta persiapan langkah pemulihan jangka menengah dan panjang.



























