Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa membentuk Forum Rumah Singgah Pasien se-Indonesia pada Jumat (22/12/2023). (Foto: LPM DD)

ZNEWS.ID JAKARTA – Beragam perjuangan kita lalui ketika sedang merawat orang sakit dan atau menjalani perawatan. Demi menempuh pengobatan rutin, banyak pasien harus mencari tempat tinggal sementara. Adanya rumah singgah pasien menjadi sesuatu yang penting karena dapat meringankan beban mereka.

Sejalan dengan itu, untuk menguatkan jaringan antarrumah singgah demi melayani pasien se-Indonesia, Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa membentuk Forum Rumah Singgah Pasien se-Indonesia pada Jumat (22/12/2023).

Sebanyak 50 orang dari 22 perwakilan Rumah Singgah Pasien se-Jabodetabek-Jabar hadir dalam acara tersebut. Kegiatan dimulai sejak Kamis (21/12/2023) dengan diskusi publik bertajuk “Penguatan Jaringan Rumah Singgah” yang merupakan rangkaian dari acara Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS) 2023 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengelola Rumah Singgah Pasien di bilangan Tebet, Jakarta. Pada kesempatan ini, di akhir diskusi dilakukan pemilihan ketua dan pengurusan Forum Rumah Singgah Se-Indonesia.

Kamaludin selaku Senior Officer Layanan Sosial Dompet Dhuafa mengatakan, komitmen LPM Dompet Dhuafa akan berupaya terus melayani masyarakat dengan lebih baik sesuai dengan motto “Lebih Baik Melayani, Melayani Lebih Baik”.

Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa membentuk Forum Rumah Singgah Pasien se-Indonesia pada Jumat (22/12/2023). (Foto: LPM DD)

“Semoga dengan adanya forum ini, sesuai tujuan kita bersama yaitu menyatukan kekuatan, menjadi satu kekuatan utuh. Insyaallah kami akan terus berkomitmen dengan pergerakan ini. Sehingga, dampaknya akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi,” katanya.

Melalui diskusi tersebut, terpilihlah Robi Sunandar dari LPM Dompet Dhuafa untuk menjadi Ketua Forum Rumah Singgah Pasien se-Indonesia. Selain itu, terbentuk pula rancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara umum bagi rumah singgah dalam melayani pasien.

Ima Humairo dari Rumah Singgah Kanker Yayasan Respons Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (Badak) turut aktif mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan ini.

BACA JUGA  Berkunjung ke Dompet Dhuafa, Basamat Development Foundation Bahasa Isu Kemanusiaan di Yaman

“Saya sangat senang bisa berkumpul bersama-sama dengan orang-orang yang berjiwa sama, dengan semangat yang sama, memanusiakan manusia dengan manusiawi. Rumah ini terbuka untuk semua, berbahagialah kita bersama-sama yang ada di forum ini,” tuturnya. (LPM DD)

LEAVE A REPLY