JAKARTA – Bersedekah merupakan perbuatan baik yang mendatangkan berbagai keberkahan. Bahkan jika seseorang diberi kesempatan untuk hidup kembali, bersedekah menjadi amalan utama yang ingin dia lakukan.

Terdapat empat waktu yang dianggap paling tepat untuk memberikan sedekah. Yakni, saat sehat, ketika ingin kaya, dalam kondisi takut miskin, dan sebelum datangnya ajal.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh’.” (QS Al-Munafiqun: 10)

Surah tersebut memberikan peringatan agar kita tidak menyesal di saat napas terhenti dan tidak lagi memiliki kesempatan untuk mendapatkan pahala melalui sedekah.

Bersedekah juga memberikan keutamaan melalui pemilihan waktu yang tepat. Ketika seorang muslim dengan sengaja memberikan sedekah pada waktu-waktu yang disebutkan, amalannya menjadi lebih berat dan bernilai.

Seorang pria mendatangi Rasulullah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling afdal?”

Beliau menjawab: “Kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin, dan kamu berangan-angan untuk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu lalai hingga nyawamu sampai di tenggorokan dan barulah kamu bagi-bagikan sedekahmu, ini untuk si Fulan dan ini untuk Fulan. Dan ingatlah (pada saat di ujung nyawa seperti itu), harta memang untuk si Fulan (yakni akan diwarisinya).” (Sahih Muslim, no: 1713)

Pada hadis tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat empat waktu terbaik untuk bersedekah bagi umat Islam:

BACA JUGA  Tim RDK LKC Dompet Dhuafa Beri Layanan Medis Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

1. Saat Sehat

Seseorang yang dalam kondisi sehat memiliki keluangan untuk melakukan banyak hal dan sedang sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi, sangat dianjurkan untuk bersedekah.

Biasanya, mereka adalah dari golongan anak muda dan masih berambisi untuk meraih cita-cita masa depan yang gemilang. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari)

Dalam keadaan seperti ini, biasanya seseorang akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Karena, pada masa tersebut harta dan tenaganya akan ia curahkan untuk mengejar kesuksesan duniawi.

Oleh karena itu, bersedekah dalam kondisi tersebut membutuhkan keikhlasan dalam beramal, yang hanya mengharap rida Allah SWT, bukan untuk mendapat imbalan dari apa yang disedekahkan. Sedekah dari kita yang sehat bisa juga disalurkan untuk mereka yang sakit dan sangat memerlukan tambahan biaya.

2. Saat Ingin Kaya

Waktu terbaik bersedekah yang kedua adalah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. Kondisi ini bisa membuat seorang muslim menjadi pelit atau kikir dalam membelanjakan hartanya. Ia sedang mengejar kekayaan dan membutuhkan sejumlah harta untuk mencapai targetnya.

Melalui anjuran ini, Rasulullah SAW juga ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti sedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya.

Orang yang ingin menjadi kaya lalu ia bersedekah, merupakan bagian dari orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri, namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak seperti halnya Qarun dan juga kisah raja-raja tamak lainnya yang Allah hinakan akhir hidupnya.

3. Saat Khawatir Miskin

BACA JUGA  LRT Jabodetabek alami gangguan di jam sibuk, ini penyebabnya

Waktu yang ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Kondisi ini bisa terjadi karena orang tersebut mungkin sedang dihadapkan pada hutang, mengalami PHK atau kerugian dalam bisnisnya.

Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Ia menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejap. Orang yang seperti ini sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertakwa di dalam Al-Qur’an:

”… yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

Di sekitar kita, masih banyak saudara seiman yang kelaparan dan kondisinya jauh lebih memprihatinkan dari kita. Dengan rutin sedekah, kita bisa membentangkan kepedulian kita lebih jauh dan luas manfaatnya.

4. Sebelum Datangnya Ajal

Waktu terbaik untuk sedekah yang terakhir adalah sebelum datangnya ajal. Dalam kondisi terdesak seperti menjelang ajal, bisa jadi seseorang baru merasa terdorong untuk sedekah karena mengharapkan keselamatan di alam barzah.

Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti umatnya jangan sampai baru ingin bersedekah ketika ajal sudah dekat. Karena, hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.” (QS Al Munafiqun: 10)

Jangan tunggu sakit-sakitan dan sekarat baru sadar bersedekah. Belum tentu kita masih ingat sedekah dalam kondisi tersebut. Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah dari pada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berpikir untuk bersedekah.

BACA JUGA  Timur Tengah Makin Membara

LEAVE A REPLY