Jakarta, ZNews.id – Dunia panjat tebing kembali dibuat terperangah. Alex Honnold, pemanjat tebing ekstrem asal Amerika Serikat, sukses menaklukkan Taipei 101, salah satu gedung pencakar langit paling ikonik di dunia.

Kembali dia melakukannya tanpa tali, harness, dan alat pengaman apa pun. Aksi nekat ini bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga mencetak sejarah baru di dunia olahraga ekstrem.

Gedung Taipei 101 yang berdiri megah di jantung ibu kota Taiwan itu memiliki tinggi 508 meter dengan 101 lantai. Struktur baja, kaca, dan beton yang dirancang menyerupai batang bambu ini biasanya menjadi simbol kemajuan arsitektur modern Taiwan. Namun bagi Honnold, gedung tersebut berubah menjadi “jalur panjat vertikal” yang harus ditaklukkan hanya dengan kekuatan tangan, kaki, dan fokus penuh.

Panjat Tanpa Tali, Disiarkan Langsung

Pendakian ini sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/1/2026), namun cuaca basah memaksa tim menundanya demi keselamatan. Saat akhirnya dilakukan, momen menegangkan itu disiarkan langsung oleh Netflix. Platform streaming tersebut bahkan mengantisipasi risiko terburuk dengan menyiapkan jeda siaran jika terjadi sesuatu yang fatal.

Dalam waktu 1 jam 31 menit, Honnold berhasil mencapai puncak. Setibanya di atas, ia hanya mengucapkan satu kata untuk merayakan pencapaiannya, “Sick.” Kata sederhana itu terasa kontras dengan risiko luar biasa yang baru saja ia ambil.

Catatan waktunya pun mencolok. Honnold memangkas lebih dari separuh rekor pendakian sebelumnya. Sebagai perbandingan, Alain Robert, pemanjat asal Prancis yang dijuluki “Spiderman”, pernah memanjat gedung yang sama dalam waktu sekitar empat jam, itu pun dengan bantuan tali dan harness.

Dukungan dan Degup Jantung Penonton

Aksi Honnold menarik perhatian banyak pihak. Wakil Presiden Taiwan, Hsiao Bi-khim, ikut memberikan ucapan selamat melalui media sosial X. Dengan nada bercanda, ia menulis dirinya mungkin akan merasa mual dan nyaris tak sanggup menonton aksi tersebut dari dekat.

Di puncak gedung, Honnold disambut istrinya yang sejak awal mengaku cemas terhadap kondisi angin dan panas selama pendakian. Ketegangan tak hanya datang dari faktor alam. Saat Honnold mencapai lantai 89, sorak sorai penggemar terdengar dari balik kaca jendela. Mereka berdiri berhadap-hadapan, hanya terpisah lapisan kaca, sementara sang pemanjat tetap bergelantungan tanpa ragu.

Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian dibagikan oleh Honnold dan Netflix di Instagram. Dalam rekaman itu, ia tampak tetap tenang dan fokus, seolah gangguan apa pun tak cukup kuat untuk mengalihkan konsentrasinya.

Bukan Aksi Pertama yang Ekstrem

Bagi Alex Honnold, memanjat Taipei 101 hanyalah satu bab dari perjalanan panjang penuh tantangan. Namanya sudah lebih dulu melegenda setelah menjadi orang pertama yang menaklukkan El Capitan di Taman Nasional Yosemite, California, tanpa pengaman. Tebing granit setinggi sekitar 915 meter itu dikenal sebagai salah satu rute panjat paling berbahaya di dunia.

Kisah pendakiannya diabadikan dalam film dokumenter Free Solo, yang bahkan berhasil meraih Piala Oscar. Sejak saat itu, Honnold identik dengan keberanian ekstrem dan kontrol mental yang nyaris tak masuk akal bagi kebanyakan orang.

Lebih dari Sekadar Sensasi

Pendakian di Taipei 101 bukan hanya tontonan menegangkan. Aksi ini kembali menegaskan reputasi Honnold sebagai simbol batas ekstrem kemampuan manusia. Tanpa alat pengaman, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Namun justru di situlah letak daya tariknya. Perpaduan antara ketenangan, teknik, dan keberanian yang nyaris mustahil ditiru.

LEAVE A REPLY