JAKARTA, ZNEWS.id – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1).
Hingga hari ketiga pencarian, sebanyak 65 warga dilaporkan masih hilang dan diduga tertimbun material longsoran.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi dengan mengerahkan sembilan unit alat berat berupa ekskavator serta tujuh pompa air untuk mempercepat pembongkaran material lumpur dan bebatuan di lokasi terdampak.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Yudhi Bramantyo, mengatakan pola operasi pada hari ketiga masih dilakukan seperti hari sebelumnya. Area pencarian dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni sektor A di sisi timur dan sektor B di sisi barat, yang kemudian dipersempit menjadi sejumlah sektor khusus sesuai titik prioritas.
“Hari ini kami kembali mengoptimalkan sembilan alat berat dan tujuh pompa air untuk mendukung proses evakuasi,” ujar Yudhi.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, hampir 1.000 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan, termasuk TNI, Polri, relawan, serta instansi terkait. Tim SAR juga melibatkan 12 ekor anjing pelacak K-9 bantuan dari kepolisian dan Kantor SAR Semarang untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan longsor.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebutkan hingga hari ketiga pencarian, sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi.
Dari jumlah tersebut, 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Korban yang telah teridentifikasi antara lain Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), serta Ayu Yuniarti (31). Satu korban lainnya, M. Kori (30), berhasil diidentifikasi melalui potongan tubuh berupa tangan.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta stabilitas tanah di lokasi bencana.




























