Ilustrasi Amalan Setelah Salat Subuh dan Keistimewaannya. (Foto: Ist)

ZNEWS.ID JAKARTA – Amalan setelah salat Subuh memiliki banyak keutamaan. Sebab, waktu salat Subuh memiliki keistimewaan dari salat fardu lainnya. Keistimewaannya telah Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an.

“Dirikanlah salat dari sesudah Matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al-Isra’: 78)

Para malaikat menyaksikan orang yang melaksanakan salat Subuh tepat waktu. Mereka akan senantiasa mendoakan dan mengaminkan segala doa hamba Allah yang saleh.

Ada beberapa amalan setelah salat Subuh yang dianjurkan dilaksanakan. Amalan yang dapat menyempurnakan pahala salat Subuh serta melapangkan rezeki.

1. Membaca Zikir dan Selawat

Ilustrasi zikir. (Foto: pinterest/Ilmfeed)

Amalan pertama yaitu membaca zikir kepada Allah SWT dan membaca selawat untuk Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat menjelaskan bahwa Rasulullah SAW selalu memanjatkan zikir di pagi dan petang hari sebanyak tiga kali.

Zikir yang Rasulullah SAW panjatkan diamini oleh 70.000 malaikat yang memohonkan ampunan kepada Allah SWT. Berikut ini kalimat-kalimat zikir yang dapat diamalkan sesuai ajaran Rasulullah SAW:

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

‘Auzdubillahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiimi. 

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.”

Bacaan ini dibaca sebanyak tiga kali, dan bacaan zikir selanjutnya:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, يحيي ويميت, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Laa ilaha illallahu wahdahu laa Syarika lah, Lahul Mulku wa Lahul hamdu, Yuhyii wa Yumiitu, wa Huwa ‘ala Kulli Syai-in Qodiir.”

Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

BACA JUGA  Sedekah atau Kurban?

LEAVE A REPLY