Ilustrasi Trauma Berat Intai Korban Kekerasan Seksual Anak. (Foto: Thinkstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di sejumlah sekolah dapat memicu trauma mendalam bagi kondisi psikisnya. Bahkan, bisa menimbulkan rasa takut untuk kembali datang ke sekolah.

Psikolog klinis Ratih Ibrahim berpendapat bahwa kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi di institusi pendidikan berbasis agama berpotensi menyebabkan sang korban mengalami trauma yang mendalam.

“Jadi, dampaknya kepada masyarakat muncul goncangan insecrurity atau ketidakamanan dan kepercayaan luar biasa besar. Dan, pada korbannya itu rusaknya dahsyat banget,” ujar Ratih, dikutip dari Antara.

Selain runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan berbasis agama, korban pelecehan seksual juga tak hanya “dirusak” secara fisik, tapi berpotensi mengalami trauma berkepanjangan.

“Jadi, pada korban efeknya luar biasa, merusaknya secara seksual, apalagi dilakukannya di lembaga yang semestinya suci, sakral, dan dilakukan oleh orang yang semestinya justru menjadi panutan teladan dan tonggak moralitas,” ucapnya.

Dengan demikian, Ratih berharap institusi pendidikan dapat melakukan seleksi tenaga pengajar secara lebih ketat. Dengan harapan, bisa mencegah masuknya ‘penjahat’ dalam institusi tersebut. Selain itu, penting melihat kepribadiannya dan integritas sebagai seorang tenaga pendidik profesional.

“Artinya, bukan hanya berbasis pada kompetensi, penampilan, performa, dan sebagainya. Kita harus menelisik kepada latar belakangnya secara jeli, kemudian value-nya dia terhadap nilai hidupnya, apakah dia menghormati kesucian, menghormati kemanusiaan dan menghormati anak didiknya sebagai titipan dari Allah kepada dia,” ucap lulusan psikologi Universitas Indonesia (UI) itu.

BACA JUGA  Hindari Social Awkward, Psikolog Sarankan Orang Tua Buat Simulasi PTM

LEAVE A REPLY