Ilustrasi Kepemimpinan Islam. (Foto: eTahfizh)

Oleh: Diki Febrianto (Penerima Manfaat Bakti Nusa 9 Surabaya)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kepemimpinan merupakan karakter istimewa yang menjadi harga mahal dalam kehidupan manusia. Jika orang memiliki karakter pemimpin, hidupnya akan disibukkan dengan kebutuhan masyarakat.

Penerapan karakter pemimpin tidak hanya dinisbatkan pada posisi struktural belaka. Hampir semua aspek lini kehidupan, karakter pemimpin menjadi karakter yang sangat dituntut oleh masyarakat karena pentingnya sifat tersebut.

Maka dari itu, penting bagi seseorang yang menjabat hajat orang banyak memiliki karakter pemimpin, karakter yang mendahulukan kebutuhan jemaah (kelompok) diatas kepentingan pribadi.

Dalam Al-Qur’an, istilah pemimpin identik kata Imam, yang berasal dari kata ‘amma ya’ummu yang berarti menuju, menumpu atau meladani. Kata tersebut seakar dengan kata umat, pemimpin masyarakatnya sering disebut Imam, sedangkan masyarakatnya disebut umat.

Dalam kajian kepemimpinan ilmuwan barat (orientalisme), kepemimpinan cenderung materelistis, mengedepankan keuntungan sebanyak-banyaknya dari yang dipimpinnya. Maka, tak heran jika kita selalu mendengar masa sekolah dahulu, pemimpin adalah orang yang bisa memengaruhi.

Sedangkan dalam konsep Islam, bersumber pada wahyu Al-Qur’an, hadis, dan Sirah Nabawi, kepemimpinan tidak hanya bersifat materelistik, tetapi juga mempertimbangkan aspek ukhrawinya (akhirat), yang secara otomatis lebih humanis.

Menurut Bachtiar Firdaus, terdapat lima  unsur kepemimpin yang bersumber dari para Nabi (profetik) yang berkelindan tidak dapat dipisahkan. Penjebaran dari lima unsur kepemimpinan tersebut akan diformulasikan sebagai berikut:

  • Kepemimpinan Berilmu

Sudah selayaknya pemimpin berilmu. Pemimpin adalah nahkoda bagi awak kapalnya yang membawa penumpang sampai pada tujuannya. Sungguh akan berbahaya jika pemimpin tidak memiliki ilmu, maka kesesatan dan kelayuan akan menimpa sekumpulan orang tersebut.

LEAVE A REPLY