Ilustrasi miskin. (Foto: Ist)

“Seandainya kemiskinan itu berwujud manusia, aku adalah orang pertama yang akan membunuhnya.”  
(Ali bin Abi Thalib radiyallaahu ‘anhu)

ZNEWS.ID JAKARTA – Laporan dari UNICEF PBB menyatakan bahwa ada 1,3 miliar orang di dunia ini yang bertahan hidup dengan uang kurang dari 1 dolar per harinya. Dan, ada 3 mil8ar orang bertahan hidup hanya dengan 2 dolar sehari.

Astaghfirullah. Lihatlah data tersebut, begitu banyak saudara kita yang bertahan hidup dalam kondisi amat kekurangan dan memprihatinkan. Mungkin, inilah salah satu pertanda akhir zaman yang telah dipaparkan oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam:

“Kekayaan akan dibagikan di kalangan orang-orang kaya saja, dengan tidak ada manfaatnya bagi orang-orang miskin.” (HR Tirmidzi)

Melihat hadis di atas, yang perlu kita perhatikan pertama-tama adalah diri sendiri dulu. Apakah kita termasuk dari 4,3 miliar orang dalam laporan di atas? Jika tidak, sudahkah kita bersyukur?

Bersyukur tentu saja bukan sekadar mengucap alhamdulillah, namun dengan wujud nyata yakni menafkahkan sebagian harta kita untuk sekian miliar orang dalam kategori hidup memprihatinkan tersebut.

Itulah wujud syukur yang sebenarnya. Bayangkan, betapa beruntungnya kita, dari 4,3 miliar penduduk miskin tersebut, kita tidak termasuk di antaranya.

Jangan sampai kita menjadi orang miskin, kalau sekadar miskin harta masih tak mengapa, yang mengerikan adalah miskin jiwa. Yakni, orang-orang yang bergelimang kekayaan, berlimpah harta benda, namun tak sudi berbagi karena takut hartanya terkurangi, itulah miskin hakiki.

Kalau saja malaikat memberi laporan pada Allah mengenai jumlah dan nama-nama orang miskin hakiki, kira-kira apakah nama kita akan tercantum di dalamnya? Na’udzubillah min dzalik, semoga tidak.

BACA JUGA  Makna dan Hikmah Kurban

LEAVE A REPLY