Ilustrasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Kesehatan. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

ZNEWS.ID JAKARTA – Perubahan iklim dapat memicu terjadinya penyakit infeksius dan menyebabkan human patogen, human vektor dan human host. Hal ini berimbas pada gangguan kesehatan pada manusia.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan-BRIN, Ni Luh P Indi Dharmayanti, menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena karena meningkatnya konsentrasi karbondioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca.

“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada perubahan suhu udara dan curah hujan. Perubahan iklim juga menyebabkan transmisi penyakit infeksius dan menyebabkan human patogen, human vektor dan human host,” katanya, dilansir dari lama resmi BRIN.

Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Topik Panji Wibawa Dewantara, juga mengungkapkan hal senada. Ia mengungkapkan perubahan iklim akan meningkatkan pemanasan global yang menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan kekeringan.

Hal ini juga memengaruhi urbanisasi, kepadatan penduduk, pembukaan lahan, dan meningkatkan kontak antara manusia dengan lingkungan. Kondisi ini memicu pemotongan siklus ekologi menjadi lebih cepat.

“Sebagai periset, kita perlu mengembangkan early warning system untuk penyakit. Sistem monitoring yang bisa memantau risiko dan dampak perubahan iklim terhadap penyakit tular vektor. Tak hanya itu, kita juga perlu meningkatkan kapasitas diagnosis dan surveilans penyakit. Serta, meningkatkan  riset-riset untuk melihat lebih dalam dampak perubahan iklim terhadap kesehatan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Riset Veteriner Indrawati Sendow, mengatakan bahwa perubahan iklim akan memengaruhi komposisi atmosfer global yang diamati selama periode tertentu dan berkontribusi secara langsung maupun tidak  langsung terhadap kegiatan manusia.

BACA JUGA  Mengenal Kebun Raya Cibinong, Platform Riset dan Konservasi Tumbuhan Berkonsep Ekoregion

LEAVE A REPLY