Ilustrasi jemaah calon haji. (Foto: Antara/Eddy Abdillah)

ZNEWS.ID JAKARTA – Jemaah haji menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke Tanah Suci. Setidaknya, dibutuhkan 9-12 jam penerbangan dari embarkasi sampai ke Madinah atau Jedah, begitu pun sebaliknya saat kepulangan nanti.

Panjangnya waktu perjalanan dan kondisi lingkungan udara yang berbeda dengan lingkungan daratan akan berpengaruh pada kondisi kesehatan jemaah haji.

Tim dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Itah Sri Utami SpKP, dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan, menyampaikan ada beberapa faktor risiko yang bisa dialami jemaah selama dalam perjalanan udara, di antaranya adalah dehidrasi, gangguan pernapasan, sinusitis, gangguan kardiovaskuler, deep vein thrombosis akut, dan lain-lain.

“Deep Vein Thrombosis bisa saja menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kematian jemaah selama penerbangan. Apalagi jemaah kita banyak yang memiliki komorbid seperti gangguan kardivaskuler dan diabetes melitus,” jelas Itah dikutip dari laman resmi Kemenkes.

Deep Vein Thrombosis/ DVT adalah kondisi terjadinya penggumpalan atau pembekuan darah di pembuluh darah vena. Biasanya, muncul di area betis dan paha.

Kondisi ini tidak dapat dianggap sepele karena dapat saja menyebabkan kematian. Kematian terjadi akibat emboli pada pembuluh darah yang menggumpal.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai, lanjut Itah, bengkak di area tungkai. Kemudian, nyeri atau kram, serta kesemutan.

BACA JUGA  Dokter Ingatkan Jaga Asupan Gizi saat Berhaji

LEAVE A REPLY