Ilustrasi hipertensi. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana MARS, meminta semua petugas kesehatan mengampanyekan gerakan cegah dan kendalikan hipertensi. Tercatat dari sekitar 3.000 kasus rawat jalan jemaah haji Indonesia, baik di kloter, sektor, maupun KKHI, sebanyak 1.384 merupakan kasus hipertensi.

“Untuk itu perlu ada kampanye gerakan peduli hipertensi bagi jemaah haji,” Ujar Budi.

Budi menuturkan, gerakan peduli hipertensi bagi jemaah haji bisa dilakukan melalui aksi pertama rutin periksakan kesehatan, kedua konsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter.

Ketiga sesuaikan aktivitas dengan kondisi kesehatan. Keempat jaga keseimbangan pola makan, kelima makan sayur dan buah, kenam hindari kelelahan.

Dehidrasi, aktivitas fisik yang berlebihan dan kelelahan disinyalir menjadi penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah bagi jemaah haji. Untuk itu, asupan cairan yang cukup saat beraktivitas menjadi hal yang harus diperhatikan baik bagi jemaah maupun para Tenaga Kesehatan Haji (TKH).

Kampanye gerakan pengendalian hipertensi terus dilakukan oleh tim promosi kesehatan, baik di Daker Madinah maupun Daker Makkah.

Koordinator promosi kesehatan (Promkes) PPIH Arab Saudi bidang kesehatan, dr Edi Supriyatna mengatakan bahwa kampanye gerakan pengendalian hipertensi sudah dilaksakan sejak Sabtu (18/6/2022) di sektor sektor dan seputaran mesjid Nabawi, Madinah.

Tim, kata dia, akan terus bergerak ke maktab maktab, tempat pemondokan jemaah. Demikian pula di Makkah.

“Sosialisasi sudah kami lakukan kemarin di sektor satu,” katanya.

BACA JUGA  Larangan Cium Hajar Aswad Masih Berlaku, Ka'bah Dijaga dan Dipasang Pembatas

LEAVE A REPLY