CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengatakan bencana banjir terjadi di sembilan desa di wilayahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Wijonardi mengatakan, selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di dua desa.

Secara rinci, bencana banjir terjadi di Desa Citepus dan Prapagan (Kecamatan Jeruklegi), Desa Cisuru, Cipari, dan Ciserang (Cipari), Desa Tinggarjaya, Sidareja, dan Gunungreja (Sidareja), serta Desa Cikedondong (Bantarsari).

Sementara bencana tanah longsor terjadi di Dusun Binangun RT 02 RW 03, Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung, serta Dusun Cikondang RT 01 RW 01 dan RT 02 RW 01, Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu.

Terkait dengan bencana tanah longsor Kecamatan Karangpucung, Wijonardi mengatakan peristiwa itu mengakibatkan ruas jalan lingkungan tertutup material longsoran sepanjang 15 meter dengan ketebalan 3 meter, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bencana tanah longsor tersebut mengancam empat rumah warga Dusun Binangun RT 02 RW 03, Desa Tayem, Kecamatan Karangpucung, yakni rumah milik Khaerudin, Karsono, Suhnanto, dan Arsono.

Menurut dia, bencana tanah longsor di Dusun Cikondang RT 01 RW 01, Desa Panimbang, Kecamatan Cimanggu, mengakibatkan kerusakan pada bagian dapur rumah milik Jaidin karena tertimpa longsoran dari tebing setinggi 30 meter.

Sementara di Dusun Cikondang RT 02 RW 01, material longsoran menimpa bagian belakang rumah milik Ruswanto hingga mengalami kerusakan.

“Bahkan, Bu Watinem (67) mengalami luka ringan berupa memar pada bagian kaki, paha, dan pipi karena sempat tertimbun tanah longsor setinggi dada korban,” katanya.

Terkait dengan masih adanya potensi hujan lebat, dia mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA  Seorang Warga Cilacap Selamat Setelah Tertimbun Longsor Setinggi Dada

“Status siaga darurat, selalu diaktifkan selama masa hidrometrologi, apakah akan ada penetapan kedaruratan parsial per kejadian wilayah atau komunal. Kami perlu kaji cepat, Tim Reaksi Cepat sudah turun sejak awal kejadian, dan sampai saat ini kami terus kumpulkan data,” kata Wijonardi, dilansir Antara.

LEAVE A REPLY