Ilustrasi mi dari bahan lokal. (Foto: iStock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) berupaya mengoptimalkan riset terkait sumber pangan lokal. Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan lokal di Indonesia.

“Penelitian pangan lokal terus dikembangkan hingga diversifikasi produk pangan tercapai. Hal ini untuk meningkatkan nilai gizi dan ekonomis pangan, serta sebagai upaya untuk mengurangi impor gandum,” kata Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan Puji Lestari, dilansir dari laman resmi BRIN.

Salah satu sumber pangan favorit masyarakat Indonesia adalah mi berbahan gandum impor. Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor tersebut, peneliti PRTPP BRIN terus mengeksplorasi sumber bahan baku mi nongandum dari bahan pangan lokal.

Kepala PRTPP BRIN, Satriyo Krido Wahono, mengatakan bahwa riset yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan fungsional bahan baku pangan lokal saja. Namun juga pada pengembangan teknologi untuk mengolahnya.

“Beberapa potensi bahan baku mi selain gandum telah dikembangkan oleh para peneliti, seperti mi dari jagung, sagu, dan mocaf,” jelas Satriyo.

Peneliti teknologi pangan fungsional nabati PRTPP BRIN, R Cecep Erwan, menuturkan bahwa mi dari bahan baku gandum memiliki kandungan gluten yang membuat teksturnya elastis, sehingga dapat diterima oleh konsumen pasar. Menurutnya, tantangannya adalah membuat bahan baku mi dari bahan lokal, yang dapat diterima oleh konsumen di pasar.

BRIN telah melakukan riset pemanfaatan bahan baku lokal seperti umbi-umbian sebagai pengganti gandum. Cecep menyebutkan, telah mengembangkan bahan baku mi dari umbi suweg yang diolah menjadi pati suweg dengan teknik modifikasi Heat Moisture Treatment (HMT).

BACA JUGA  BRIN dan Universitas Osaka Kaji Food Loss Kakao dan Kopi

LEAVE A REPLY