Dompet Dhuafa Jatim bantu biaya pendidikan Mashudi Tohir, pelajar yatim yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren dan MTs Darul ‘Ulum Tegalrejo Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID NGAWI – Mashudi Tohir harus menerima kenyataan bersama kakaknya Nurjannah dan ibunya Muti’ah setelah kepergian sang ayah, Suwoso. Mashudi juga terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren dan MTs Darul ‘Ulum Tegalrejo Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pasalnya, tidak adanya biaya untuk memenuhi semua kebutuhannya di pondok dan pendidikan formal. Nurjannah cukup beruntung karena memiliki kartu Indonesia Pintar dan statusnya saat ini sudah kelas 3 Madrasah Aliyah.

Dulunya, almarhum Suwoso mengabdikan diri sebagai penanggung jawab sekaligus teknisi elektronik di Masjid Baitur Rohman yang berada di Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk kelancaran dan kemakmuran masjid dan lingkungan.

Dompet Dhuafa Jatim bantu biaya pendidikan Mashudi Tohir, pelajar yatim yang terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren dan MTs Darul ‘Ulum Tegalrejo Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. (Foto: DD Jatim)

Almarhum juga menjadi orang yang mengelola dan menjaga saluran air dari sumber mata air terdekat, mengingat wilayah Simo masih mengandalkan mata air sebagai pasokan air sehari-hari. Suwoso diberikan ganti tenaga hanya Rp300 ribu setiap tahunnya.

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Timur membantu keluarga Muti’ah, khususnya untuk Mashudi Tohhir sebagai tonggak generasi penerus bangsa dan agama.

Niatnya untuk belajar ilmu agama dan umum perlu diberikan apresiasi dan dukungan penuh, sehingga dapat menjadi amal jariyah tak terhingga untuk para donatur. (DD Jatim)

BACA JUGA  Semarak Pasar Berkah Dompet Dhuafa Jatim

LEAVE A REPLY