Muhammad Arief dari Divisi Customer Care Dompet Dhuafa melakukan kegiatan Quality Control (QC) Tebar Hewan Kurban (THK) 1443 H/2022 M di lokasi DD Farm maupun peternakan milik mitra yang berada di pelosok desa. (Foto: Dompet Dhuafa)

ZNEWS.ID CIANJUR – Semangat blusukan ke rumah warga menjadi kalimat pas pembuka narasi untuk menggambarkan kegiatan kali ini (quality control). Timbangan ternak dan perbekalan beberapa baju ganti sudah rapi tersusun di dalam tas. Petualangan siap dimulai.

Jarak 130 km Jakarta-Cianjur ditempuh dalam waktu 5 jam. Mendatangi tiga peternakan milik mitra lokal sekitar dengan target pengecekan 100 kambing, menjadi tantangan dan pengalaman menarik di kegiatan Quality Control (QC) Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa tahun ini.

“Mendaki gunung lewati lembah, begitulah kira-kira medan yang harus dilalui. Percis seperti soundtrack kartun Ninja Hatori. Namun, menyajikan alam yang asri,” cerita Muhammad Arief, Tim QC THK Dompet Dhuafa dari Divisi Customer Care.

Muhammad Arief dari Divisi Customer Care Dompet Dhuafa melakukan kegiatan Quality Control (QC) Tebar Hewan Kurban (THK) 1443 H/2022 M di lokasi DD Farm maupun peternakan milik mitra yang berada di pelosok desa. (Foto: Dompet Dhuafa)

Arief menuturkan, di sana ada 150 doka (domba kambing) yang tersebar di lima titik lokasi DD Farm maupun peternakan milik mitra Tebar Hewan Kurban. Hujan tak luput menemani pelaksanaan QC THK kala itu.

Waktu yang terus berjalan membuat Arief berpacu lebih cepat dengan medan terjal yang dilalui. Belum lagi hujan yang tak hentinya mengguyur lokasi QC, membuatnya harus bermalam di sekolah milik warga. Tentunya dengan fasilitas seadanya.

Muhammad Arief dari Divisi Customer Care Dompet Dhuafa melakukan kegiatan Quality Control (QC) Tebar Hewan Kurban (THK) 1443 H/2022 M di lokasi DD Farm maupun peternakan milik mitra yang berada di pelosok desa. (Foto: Dompet Dhuafa)

Namun, secuil kisah tersebut adalah bagian dalam mengemban amanah para donatur untuk mendistribusikan berkah daging kurban kepada penerima manfaat yang tinggal di pelosok. Jangankan makan daging setiap hari, sinyal telepon selular pun sulit ditemukan di beberapa desa yang Arief datangi.

“Setelah beberapa hari mendapati lokasi mitra dengan medan menantang untuk di lewati, saya akhirnya turun ke kota. Kota Bogor menjadi tujuan terakhir yang saya singgahi di kegiatan QC THK 1443 H ini. Memang, hanya satu lokasi kandang, tapi ada 600 doka menunggu untuk di timbang. Tantangan baru lagi siap dilalui. Bismillah Bi’idznillah. Yok, bisa, yok!” ucap Arief menyemangati diri.

BACA JUGA  Tim THK Papua Distribusi Hewan Kurban hingga Perbatasan Paling Timur Indonesia

LEAVE A REPLY