Dompet Dhuafa Jatim memberdayakan peternak lewat program hibah bergulir sapi perah. (Foto: DD Jatim)

ZNEWS.ID MALANG – Pria laruh baya ini bernama Agus Mulyanto. Aktivitas sehari-harinya saat ini sebagai peternak sapi perah. Sebelum memperoleh bantuan sapi dari Dompet Dhuafa Jawa Timur (DD Jatim), Agus menjadi buruh tani.

“Kerjaan dados petani niku katah tantangane, Mas, kadang pas musime sae regani anjlok. Pas regani sae musime mboten bersahabat. Dadi damel nglanjutne urip niku sering utang mrono, utang mrene. Alhamdulillah, rezeki saking ngopeni sapi niki apik banget, Mas,” ungkapnya.

Agus melanjutkan, pendapatan dari sapi sebulan tidak tentu, besaranya kisan Rp1,6 juta-Rp1.9 juta.

“Alhamdulillah. Cukuplah, Mas, kalau untuk hidup di kampung. Sudah bisa nabung juga, Mas,” tuturnya.

Program hibah bergulir berupa sapi perah adalah salah satu program Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa Jatim. Program ini sudah berjalan 2 tahun di dua wilayah, Malang dan Magetan.

Dompet Dhuafa Jatim memberdayakan peternak lewat program hibah bergulir sapi perah. (Foto: DD Jatim)

Para peternak seperti Agus per hari memperoleh hasil susu perah rata-rata sebanyak 15-17 liter. Hasil susu kemudian dijual di koperasi.

Harga susu saat ini Rp5.500. Jadi kalau dihitung kasar, per bulannya peternak memperoleh penghasilan kotor sebesar Rp2.640.000.

Para peternak biasanya mengambil pakan langsung dari koperasi. Sehingga, pas saat akhir bulan, pendapatan langsung dipotong oleh koperasi.

“Alhamdulillah, program sapi perah ini progresnya sangat baik. Sementara kemampuan kami hanya bisa menghibahkan 1 keluarga penerima manfaat sebanyak 1 ekor sapi. Target kami ke depan 1 kelurga bisa bisa memperoleh hibah minimal 2 ekor sapi, agar mereka bisa memperoleh penghasilan bulanan setara UMK setempat,” tutur Rizzqi Aladib, Manager Program Dompet Dhuafa Jatim.

Oleh: Ilham Hidayatulloh

BACA JUGA  Tablig Akbar UAS di Madura, Dompet Dhuafa Jatim Salurkan Bantuan Pendidikan dan Syiar Islam

LEAVE A REPLY